Pelibatan Aktif Warga Efektif Tekan Jumlah Kebakaran

Minggu, 27 Oktober 2013 | 14:29 WIB
FS
JS
Penulis: Fana F Suparman | Editor: JAS
Ilustrasi Kebakaran
Ilustrasi Kebakaran (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Jakarta-Pelibatan aktif warga diyakini efektif untuk mencegah kebakaran yang marak terjadi di Jakarta khususnya di permukiman padat. Setidaknya, di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat yang disebut sebagai zona 'merah" rawan kebakaran, dari 40 peristiwa kebakaran sejak Januari hingga Okttober 2013, 26 kebakaran berhasil dipadamkan oleh warga.

"Dengan partisipasi warga, kebakaran sudah dapat ditangani sebelum kami tiba ke lokasi. Hanya sekitar 14 kebakaran yang ditangani kami karena api sudah besar," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin PKPB) Jakarta Barat, Jon Vendri di sela-sela kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran untuk warga Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (27/10).

Dikatakan, berkat peran aktif masyarakat dampak kebakaran dapat ditekan. Jumlah bangunan yang dilanda kebakaran dan waktu penanganannya jauh berkurang. Untuk itu, Jon menyatakan, sosialisasi dan pelatihan untuk penanganan kebakaran kepada warga harus digalakkan. Apalagi, saat ini, potensi kebakaran merata di setiap wilayah di Jakarta Barat.

"Di Jakarta Barat ini hampir seluruh kecamatan berpotensi terjadinya kejadian kebakaran. Yang tertinggi tetap Kecamatan Tambora, lalu disusul Taman Sari, Cengkareng, Kembangan, dan Palmerah," katanya.

Dalam sosialisasi dan pelatihan yang digelar berkat kerja sama dengan Sumbangsih Sosial Djarum Foundation ini, diikuti sebanyak 150 warga yang tinggal di RW 10, dan RW 12, Kelurahan Pekayonan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Selain memberikan pelatihan secara teori dan praktik untuk mencegah kebakaran Djarum Foundation juga menyumbangkan alat pemadam kebakaran berupa 26 buah Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR), 26 buah Fireblanket dan 2 buah Alat Pemadam Kebakaran Beroda (APAB) untuk RW 10 dan RW 12 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora.


Budi Darmawan, Program Manager Sumbangsih Sosial Djarum Foundation mengatakan sebelum menggelar kegiatan di Kelurahan Pekojan, selama setahun terakhir ini sebanyak sekitar 1.050 warga yang tinggal di 7 RW dan 4 Kelurahan di Kecamatan Tambora telah dilatih dan dilantik menjadi Satgas Penanganan Kebakaran. Menurut Budi, warga yang telah dilatih dan dilantik ini diharapkan dapat menjadi agen dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

"Mereka adalah warga masyarakat yang diharapkan dapat melakukan upaya pencegahan kebakaran pada lingkungan sekitar sekaligus mampu dan sigap menangani kebakaran dalam skala tertentu," katanya.

Menurutnya, kebakaran hunian merupakan salah satu masalah sosial yang sebenarnya dapat diminimalisasi bila terdapat partisipasi aktif warga. Fakta menunjukkan, area permukiman penduduk terutama yang padat penduduk merupakan area kejadian kebakaran yang tertinggi, sehingga dampaknya selalu luas. Dengan demikian, warga yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat mendorong warga lainnya untuk turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan kebakaran.


"Pelibatan aktif ini kami yakin dapat mencegah kebakaran. Selama ini kebakaran terjadi karena kelalaian. Warga yang telah menjadi satgas dapat mendorong warga lainnya untuk turut mencegah kebakaran. Karena ketika kebakaran terjadi biasanya menyebar ke rumah-rumah lain di sekitarnya. Percuma rumah aman dari kebakaran, tetapi tetangga tidak aman," jelasnya.

Hasil positif dari pelatihan ini diakui oleh Joko Susilo Komandan Pleton (Danton) Dinas Pemadam Kebakaran Sektor Tambora yang menganggap pelatihan ini telah berhasil mempengaruhi perilaku dan sikap terhadap bahaya kebakaran.

"Bahkan, khusus di wilayah RW binaan Djarum Foundation angka kebakarannya adalah nol persen," jelasnya.
Materi yang diberikan dalam sosialisasi dan pelatihan pencegahan kebakaran adalah pengenalan instalasi listrik, tabung gas, unsur-unsur pembentuk api dan macam-macam alat pemadam kebakaran. Selain itu Satgas juga dilatih cara-cara pemadaman api, mulai dengan peralatan sederhana seperti karung basah hingga penggunaan tabung pemadam api.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon