Pemprov DKI Siapkan Dana Darurat Banjir Rp4 Miliar

Rabu, 30 Oktober 2013 | 16:48 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Banjir Bundaran HI
Banjir Bundaran HI (JG Photo/Yudhi Sukma Wijaya)

Jakarta - Untuk mengantisipasi banjir di daerah-daerah rawan banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran darurat banjir sebesar Rp4 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk persiapan logistik, tindakan evakuasi korban banjir, pendirian dapur umum, kesehatan warga, hingga penanganan pascabanjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, membenarkan bahwa biaya penanggulangan banjir di tahun 2013 dialokasikan Rp4 miliar. Namun menurutnya, anggaran tersebut bisa terus bertambah, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Jika kebutuhan penanggulangan banjir meningkat di lapangan, maka bisa saja anggarannya akan bertambah banyak. Sumbernya bisa dari APBD, BPBD DKI, APBN, atau bantuan pihak swasta. Pokoknya kita akan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Yang penting, jangan sampai penanganannya (banjir) menjadi lambat," kata Kukuh, Rabu (30/10).

Tidak hanya itu, lanjut Kukuh, pihaknya juga telah menyiapkan 2.000 petugas gabungan yang akan menjadi tim reaksi cepat dalam penanggulangan banjir di Jakarta. Petugas gabungan tersebut terdiri dari unsur berbagai SKPD terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Damkar, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

"Kami telah berkoordinasi dengan beberapa SKPD yang terlibat dalam penanggulangan banjir. Kita sudah siapkan 2.000 petugas gabungan. Kita terus adakan koordinasi, sehingga setiap unsur dapat bergerak dengan cepat saat dibutuhkan," ujarnya.

Kukuh mencontohkan, misalnya ketika sungai meluap, BPBD DKI langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI untuk melakukan pengerukan. Atau bila jalan tertutup genangan air sehingga lalu lintas terputus, BPBD DKI langsung mengontak Dinas Perhubungan untuk melakukan pengalihan arus.

"Intinya, kita coba antisipasi cepat. Sebab Pak Gubernur dan Wagub kan pengennya serba cepat. Jadi, kita siapkan koordinasi yang cepat dengan petugas yang siap siaga selalu," tukasnya.

Untuk membantu penanganan banjir di lapangan, BPBD DKI menurut Kukuh, telah pula melakukan pelatihan terhadap warga yang berada di daerah rawan banjir. Pelatihan yang diberikan di antaranya adalah untuk evakuasi warga, khususnya bagi wanita, anak-anak dan lansia.

BPBD juga menggelar pelatihan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) untuk penyelamatan di gedung-gedung. Sebab menurutnya, saat ini banyak tangga darurat gedung yang berubah menjadi gudang, sehingga saat terjadi bencana akses penyelamatan tidak bisa digunakan.

Ditambahkan Kukuh lagi, koordinasi juga dilakukan dengan Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta beberapa kementerian. Hal tersebut sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu bencana yang melanda cukup besar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon