Para Peretas Nodai Situs Filipina dengan Seruan Protes

Senin, 4 November 2013 | 02:43 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi Korupsi (North Texas Drifter )

Manila  – Para peretas (hackers) telah memposting sebuah pesan di beberapa situs pemerintah Filipina yang mendesak masayarakat agar bergabung dengan protes massal melawan korupsi, demikian dilaporkan seorang pejabat pada Minggu (3/11).

Situs-situs yang terkena setidaknya sebanyak lima instansi pemerintah, termasuk kantor anti-korupsi dari pemerintah Ombudsman, yang telah diretas oleh sebuah kelompok yang menyebut dirinya "Anonymous Philippines", kata Roy Espiritu dari bagian TI di departemen ilmu pengetahuan.

Pesan tersebut menyerukan kepada masyarakat untuk bergabung pada sebuah protes di gerbang-gerbang legislatif Filipina pada Selasa (5/11)— aksi terbaru yang menarik perhatian melalui Internet bagi demonstrasi-demonstrasi sejenis karena munculnya kemarahan akibat korupsi pejabat.

Para peretas mengecam bahwa "demokrasi ini palsu (dan ) pemerintahan ini serta para politisi hanya memikirkan diri mereka sendiri".

Namun, pesan tersebut tidak menyebutkan nama politisi mana pun tapi mereka memperingatkan : "Kepada yang korup—takutlah pada kami".

Pada Agustus sebuah seruan untuk protes jalanan anti-korupsi, ditayangkan di media sosial seperti Twitter dan Facebook, menarik puluhan ribu pengunjuk rasa ke sebuah taman pusat di Manila. Beberapa protes yang lebih kecil, juga dipublikasikan melalui internet, pun telah digelar.

Kemarahan semakin berkembang sejak pada Agustus sebuah surat kabar melaporkan bahwa seorang pengusaha wanita berkomplot dengan para legislator oposisi untuk menyedot sekitar 10 miliar peso (US$ 230 juta) dari dana khusus yang dialokasikan untuk proyek-proyek kesayangan anggota parlemen.

Pengusaha wanita itu pun telah dipenjara dengan tuduhan korupsi yang dipersiapkan untuk melawan dia, sementara Departemen Kehakiman meminta pembatalan paspor dari tiga senator oposisi dan konspirator yang mereka tuduhkan.

Presiden Benigno Aquino, yang dipilih pada 2010 pada platform anti korupsi, juga terjerat dalam kontroversi karena oposisi dan kritikan pemerintah yang menuduh bahwa dia juga telah menyalahgunakan dana khusus itu.

Sebagai tanggapan, di televisi nasional pada Rabu (30/10) lalu Aquino menyatakan "Saya bukanlan seorang pencuri". Dia menuduh pihak oposisi mencoba untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari tuduhan korupsi mereka sendiri.

Serangan peretasan yang sebelumnya terjadi pada situs-situs pemerintah Filipina merupakan hasil karya dari kelompok-kelompok asing yang marah atas sengketa diplomatik atau –pada September 2012 –kemarahan pada undang-undang yang membatasi kejahatan maya (cyber).

"Ada pekerjaan forensik yang dilakukan yang pada akhirnya kami mencari tahu siapa yang melakukan ini karena ini masih sebuah kejahatan," ujar Espiritu.

Mereka yang menodai situs-situs pemerintah bisa menghadapi enam bulan penjara, tambahnya.
Namun karena instansi-instansi pemerintah memelihara situsnya sendiri tanpa ada standar yang seragam maka sulit untuk mengamankan mereka dari tindakan peretasan," kata Espiritu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon