Sekjen Nasdem Bantah Pihaknya Gunakan Fasilitas Negara di Probolinggo

Sabtu, 9 November 2013 | 21:22 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Sekretaris Jenderal Patrice Rio Capela (tengah) dan Promotor JakCloth Ucok Nasution (kiri)  pada acara pelepasan tim Jakcloth ke Malaysia di DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Sekretaris Jenderal Patrice Rio Capela (tengah) dan Promotor JakCloth Ucok Nasution (kiri) pada acara pelepasan tim Jakcloth ke Malaysia di DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono (Suara Pembaruan/SP/Ruht Semiono)

Jakarta - Petinggi Partai Nasdem membantah bila pihaknya sudah menggunakan aset negara demi kepentingan partai, terkait pertemuan Ketua Umum Surya Paloh, dengan kader partai itu di rumah dinas Bupati Probolinggo, hari ini.

Seperti dijelaskan oleh Sekjen Nasdem, Patrice Rio Capella, kebetulan memang suami Bupati Probolinggo, Amiruddin Hasan, adalah juga caleg Partai Nasdem. Itu pun menurutnya Surya Paloh hanya mampir sebagai bagian dari silaturahmi, layaknya budaya dan adat istiadat Indonesia pada umumnya.

"Wong cuma mampir, kan takkan meningkatkan elektabilitas. Di rumah dinas itu pun kita tak kampanye. Dibanding SBY bicara urusan partainya di Istana, kan lebih parah. Apa salahnya mampir? Masih lebih masuk di akal," jelas Patrice Rio Capella, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (9/11) malam.

Dia menegaskan bahwa tak ada niat pihaknya memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan partai. Juga, bukan pula karena partai itu tak memiliki dana untuk menyewa gedung untuk bersilaturahmi. Hanya saja menurutnya, demi silaturahmi yang lebih baik atas undangan, maka Surya dan rombongan pun mampir.

Patrice melanjutkan, bahwa harus dipahami, selain sebagai Ketua Umum, Surya Paloh adalah juga tokoh nasional. Artinya, apabila dia berkunjung ke berbagai daerah, dia kerap berkunjung dan diundang oleh pejabat setempat.

"Bupati-bupati mengundang beliau itu hal biasa. Jangankan di rumah Bupati Probolinggo, di tempat bupati yang bukan kader Nasdem, Pak Surya kerap mampir karena diundang," jelasnya.

"Di NTB dan Bengkulu, Pak Surya juga mampir. Wong cuma mampir. Kan takkan tingkatkan elektabilitas," ujarnya lagi.

"Saya tahu beberapa menteri (sering) bikin pertemuan dengan kader partai di rumahnya. Tapi biasa saja itu bagi kita," tambahnya.

Diketahui, sebuah foto beredar di kalangan wartawan di Jakarta, yang menggambarkan silaturahmi antara Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, di rumah dinas Bupati Probolinggo, Tantri Hasan Amiruddin. Kebetulan, suami dari sang bupati, Hasan Amiruddin, adalah caleg Nasdem untuk Pemilu 2014, serta merupakan penjabat bupati di dua periode sebelumnya.

Kabarnya, pertemuan itu adalah bagian dari acara pengumpulan massa untuk pelantikan pengurus Nasdem Probolinggo, di Lapangan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Sebelum acara tersebut, mereka transit di pendopo dan rumah dinas Bupati Probolinggo, serta bertemu pengurus dan kader Nasdem di sana.

Menurut Ray Rangkuti dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, secara UU mungkin akan sulit untuk menyebut hal demikian sebagai pelanggaran hukum. Sebab, bisa saja pertemuan itu disebut sebagai silaturahmi biasa.

"Intinya, akan ada banyak argumen untuk 'ngeles' dari jerat UU. Maka yang bisa membidik perilaku seperti ini adalah melalui kode etik pejabat negara," tegas Ray, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (9/11).

Ray menilai perlu mendalami, apakah memang dalam rapat massal partai tersebut, ada misalnya, penggunaan fasilitas negara. Jika ditemukan hal-hal seperti itu, tentu saja melanggar aturan pemilu yang menyatakan bahwa dalam kampanye atau dalam setiap kegiatan partai dilarang menggunakan fasilitas negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon