Sigma Ultimatum Ketua Bawaslu agar Laporkan Upaya Penyuapan ke KPK

Senin, 18 November 2013 | 12:52 WIB
YS
WP
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WBP
Logo Bawaslu
Logo Bawaslu (Istimewa/Istimewa)

Jakarta - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia Said Salahudin mengultimatum Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad agar dalam jangka waktu maksimal 3x24 jam, melaporkan kepada KPK percobaan suap sejumlah elit partai politik (parpol) kepada dirinya melalui mobil Toyota Camry.

Apabila dalam jangka waktu tersebut Ketua Bawaslu tidak juga melapor, maka Sigma mendesak Ketua Bawaslu segera mundur dari jabatannya.

"Ketua Bawaslu harus mampu memberikan contoh kepada jajaran pengawas Pemilu dibawahnya. Dia itu kan pemimpin dari lembaga yang salah satu fungsinya adalah menegakan hukum Pemilu," kata Said, Senin (18/11).

Ditegaskan, kalau percobaan penyuapan yang dialami Ketua Bawaslu sendiri saja dibaikan, bagaimana rakyat bisa percaya bahwa Bawaslu bersungguh-sungguh akan menegakan hukum Pemilu.

"Masyarakat juga akan enggan melaporkan pelanggaran Pemilu kepada Bawaslu, ketika Bawaslu saja tidak mau memproses dugaan kecurangan yang dia temukan sendiri," ucap Said.

Menurutnya, alasan Ketua Bawaslu yang tidak ingin melaporkan penyuapan lantaran dirinya sudah memaafkan pelaku penyuapan, sangat tidak bisa diterima.

"Ini adalah preseden buruk dan bisa berakibat fatal. Pengawas Pemilu di daerah akan mengikuti sikap pimpinannya itu. Jadi setiap kali ada temuan atau laporan suap kepada penyelenggara Pemilu, mereka juga akan menyelesaikan kasus itu dengan cara yang sama, yaitu memaafkan pelakunya," ucap Said.

Sigma memperkirakan publik akan setuju jika kasus upaya penyuapan mobil mewah kepada Ketua Bawaslu dapat dijadikan sebagai pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik suap-menyuap di lingkungan penyelenggara Pemilu.

Sebaliknya, jika Ketua Bawaslu tidak kunjung melaporkan kasus tersebut ke KPK, maka jangan salahkan jika publik kemudian menduga-duga, jangan-jangan masih ada yang sesuatu yang disembunyikan sehingga tidak berani melapor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon