Hasil Rakernas Asita II

Asita Berencana Bikin Maskapai Sendiri

Rabu, 20 November 2013 | 20:16 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Ilustrasi pesawat maskapai Lao Airlines.
Ilustrasi pesawat maskapai Lao Airlines. (Wikimedia)

Medan - Sebagai bentuk protes atas sikap airlines yang dinilai tidak adil selama ini dan melihat potensi pasar yang besar, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) berencana mendirikan dan mengoperasikan perusahaan penerbangan (airlines) sendiri

"Rencana pendirian dan pengoperasian airlines sendiri itu merupakan salah satu keputusan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Asita II Tahun 2013 yang dilaksanakan di Medan pada 15-17 November dan dihadiri 300 peserta dari berbagai provinsi, dimana Ketua Umum Asita, Asnawai Bahar juga hadir," kata Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution di Medan, Rabu (20/11).

Menurut dia, rencana pendirian airlines yang direncanakan bernama Asita Air atau Asita Airlines itu sebenarnya sudah lama diinginkan dilatarbelakangi sikap dan perlakukan yang tidak adil dari beberapa airlines terhadap biro perjalanan wisata dalam menjalankan kemitraan.

Perusahaan penerbangan selalu menerapkan aturan sendiri secara sepihak tanpa menghiraukan keberatan atau protes yang diajukan biro perjalanan.

Bahkan biro perjalanan kerap di posisi yang dirugikan seperti saat airlines bangkrut antara lain dengan tidak dikembalikannya uang jaminan keagenan yang jumlahnya lumayan besar.

"Jadi selama ini, bukan hanya penumpang yang sering dikecewakan airlines, tetapi juga biro perjalanan," katanya.

Solahuddin yang pemilik Cipta Tour itu, menyebutkan, sebagai langkah awal untuk rencana pendirian airlines sendiri itu, Asita segera melakukan pengkajian segala sesuau yang berkaitan dengan persiapaan usaha itu.

Tentunya, kata dia, dalam proses itu akan melibatkan para ahli profesional di bidang dunia penerbangan.

"Sebagai organisasi nirlaba, tentunya Asita akan mengkaji berbagai aspek mulai sisi hukum, legal formal dan lannya,"katanya.

Mengenai pendanaan pendirian airlines, kata dia, diperkirakan tidak menjadi masalah besar mengingat jumlah keanggotaan Asita yang cukup banyak berkisar 6.500an perusahaan.

"Semua anggota Asita dalam Rakernas itu optimistis kalau airlines itu terwujud, usaha itu akan bisa berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat mengingat selama ini sebagai perusahaan perjalanan wisata, biro travel sudah sangat memahami keinginan dan selera penumpang," kata Solahuddin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon