Hidupkan Ruang Budaya Anak, Disparbud Gelar "Kampung Art Festival"
Kamis, 21 November 2013 | 14:50 WIB
Jakarta - Menyadari kurangnya ruang pengenalan seni dan budaya terhadap anak-anak, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta bersama Sanggar Anak Akar menggelar Kampung Art Festival dengan tema "Jakarta Kids Art Carnival".
Kampung Art Festival yang digelar pada hari Sabtu (23/11) ditujukan untuk menghidupkan ruang budaya terbuka bagi anak-anak di Jakarta. Dalam acara ini, sebanyak 200 anak-anak dari 20 komunitas di Jakarta dan perwakilan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur akan melakukan karnaval mengangkat legenda nusantara.
Nantinya, karnaval akan dilakukan mulai pukul 15.00 WIB dengan rute dari Galeri Nasional melintasi Tugu Tani hingga Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, untuk pertama kalinya karnaval anak-anak dan remaja digelar di Jakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk menjadi Jakarta sebagai kota budaya dan memberdayakan anak-anak dan remaja mengenal seni dan budaya nasional.
"Kami ingin menjadikan Jakarta tiada hari tanpa festival. Disparbud berkewajiban untuk memfasilitasi komunitas-komunitas yang melakukan pemberdayaan masyarakat terutama pemberdayaan seni dan budaya," kata Arie dalam jumpa pers di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (21/11).
Kampung Art Festival ini, lanjut Arie, digelar bekerja sama dengan Sanggar Anak Akar yang merupakan sanggar budaya yang cukup melegenda di jakarta Timur. Karena Sanggar Anak Akar ini melakukan pemberdayaan kegiatan seni dan budaya untuk anak-anak jalanan, anak putus sekolah termasuk komunitas setempat supaya produktif memberikan kontribusi memajukan seni dan budaya.
"Disparbud menyambut baik kegiatan ini, karena kami punya Gerakan Kebudayaan. Acara ini akan kita buat menjadi agenda tahunan," ujarnya.
Pemimpin Sanggar Anak Akar Susilo Abdinegoro menerangkan Kampung Art Festival bertujuan mewujudkan ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan kreatif dan menghidupkan ruang seni dan budaya yang terbuka bagi anak-anak di Jakarta. Kegiatan ini juga untuk mengekspos kemampuan terbaik dan mengapresiasi karya-karya kreatif.
"Kegiatan ini akan dijadikan model pendidikan atau embrio Akademi Art and Perform atau Akademi Seni dan Pertunjukan," kata Susilo.
Karena itu, sebelum dilakukan karnaval, pihaknya melakukan empat workshop secara intensif di 15 komunitas di lima wilayah. Keempat workshop tersebut make up, desain kostum karnaval, bebunyian, dan gerak.
"Tidak hanya itu, kita juga lakukan pemahaman gerakan kebudayaan, seni dan budaya. Kami harapkan support Disparbud tidak hanya sampai di sini, tapi bisa mendukung hingga menjadikan kegiatan ini sebagai ikon festival Jakarta, untuk ikon gerakan kebudayaan yang dipelopori anak-anak," jelas Susilo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




