Pramono Anung: Ambang Batas 4 Persen Akomodatif
Kamis, 27 Oktober 2011 | 22:44 WIB
Angka yang diterakan pemerintah dalam DIM tersebut menurut Pram merupakan salah satu cara pemerintah menjembatani proses penyederhanaan partai politik.
Pramono Anung, Wakil Ketua DPR, mengatakan angka ambang batas parlemen yang diusulkan pemerintah dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) merupakan angka akomodatif terhadap sejumlah usulan angka ambang batas selama ini.
"Angka 4 persen ini kan angka yang cukup akomodatif karena tentunya mempertimbangkan dari dua posisi, beberapa partai menginginkan lima persen seperti PDIP dan Golkar, kalau Demokrat lebih moderat karena belum secara pasti. Mereka membuat range antara 4 persen sampai 5 persen," kata Pramono, di gedung DPR, Senayan, hari ini.
Angka yang diterakan pemerintah dalam DIM tersebut menurut Pram merupakan salah satu cara pemerintah menjembatani proses penyederhanaan partai politik.
Menurut Pram, efektivitas partai politik sudah semakin baik namun perlu terus dilakukan evaluasi.
"Kita harus memikirkan bagaimana Pemilu pada tahun 2014 adalah Pemilu dengan penyederhanaan partai politik sekaligus menghasilkan produk atau anggota legislatif yang lebih baik," kata politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
PDIP sendiri, kata Pramono, akan bertahan paling tidak pada angka empat persen meski memang mengusulkan lima persen.
Namun sejalan pembahasan DIM, ruang kompromi antara fraksi-fraksi dan juga pemerintah masih terbuka soa persentase ini.
Kemarin (26/10), pemerintah menyerahkan DIM kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Pramono Anung, Wakil Ketua DPR, mengatakan angka ambang batas parlemen yang diusulkan pemerintah dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) merupakan angka akomodatif terhadap sejumlah usulan angka ambang batas selama ini.
"Angka 4 persen ini kan angka yang cukup akomodatif karena tentunya mempertimbangkan dari dua posisi, beberapa partai menginginkan lima persen seperti PDIP dan Golkar, kalau Demokrat lebih moderat karena belum secara pasti. Mereka membuat range antara 4 persen sampai 5 persen," kata Pramono, di gedung DPR, Senayan, hari ini.
Angka yang diterakan pemerintah dalam DIM tersebut menurut Pram merupakan salah satu cara pemerintah menjembatani proses penyederhanaan partai politik.
Menurut Pram, efektivitas partai politik sudah semakin baik namun perlu terus dilakukan evaluasi.
"Kita harus memikirkan bagaimana Pemilu pada tahun 2014 adalah Pemilu dengan penyederhanaan partai politik sekaligus menghasilkan produk atau anggota legislatif yang lebih baik," kata politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
PDIP sendiri, kata Pramono, akan bertahan paling tidak pada angka empat persen meski memang mengusulkan lima persen.
Namun sejalan pembahasan DIM, ruang kompromi antara fraksi-fraksi dan juga pemerintah masih terbuka soa persentase ini.
Kemarin (26/10), pemerintah menyerahkan DIM kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




