Schumacher: Maut Dalam Balapan Soal Takdir
Jumat, 28 Oktober 2011 | 01:39 WIB
Untuk menjamin keselamatan total menurut saya tidak mungkin sama sekali, di setiap aspek kehidupan kita
Pebalap veteran dan juara dunia tujuh kali Formula Satu, Michael Schumacher, berpendapat bahwa dua kematian yang mengguncang olahraga balap belakangan ini hanya soal takdir, ketika dia membela standar keselamatan di grand prix baru di India.
Menurutnya, para pebalap akan tetap berlomba dengan kemampuan penuh akhir pekan ini terlepas dari tragedi di ajang balap IndyCar dan MotoGP, meskipun gelar juara pebalap dan konstruktor juga sudah direbut.
"Ketika berkendara kami tidak bisa berpikir bahwa diri kami dalam bahaya. Kami paksa mobil kami sampai ke batasnya dan itu yang membuat kami nyaman. Hal yang sama akan terjadi di sini akhir pekan nanti," kata Schumacher.
Kematian pebalap Indycar Dan Wheldon asal Inggris dan pebalap MotoGP Marco Simoncelli dari Italia telah menimbulkan suasana muram menjelang grand prix pertama India di Buddh International Circuit.
"Takdir adalah sesuatu yang harus dihadapi oleh kita semua cepat atau lambat. Saya tentu saja berduka atas apa yang menimpa dua pebalap yang sudah meninggalkan kita, tapi sayangnya kita juga harus berkata itulah kehidupan," tambah pebalap Jerman itu.
Namun menurut Schumacher fitur-fitur keselamatan yang ada akan membuat para pebalap tetap aman, meskipun debu masih menyelimuti sebagian wilayah dekat New Delhi. Kecepatan puncak mobil Formula Satu sendiri nanti bisa mencapai 320 km per jam.
"Untuk menjamin keselamatan total menurut saya tidak mungkin sama sekali, di setiap aspek kehidupan kita," katanya.
Menurutnya resiko dalam balap Formula Satu termasuk yang paling tinggi karena kompetisi itu melibatkan mobil-mobil yang tercepat di dunia. Meskipun demikian standar keselamatan juga semakin lebih baik.
"Jika anda melihat proyek baru seperti lintasan ini, ada banyak wilayah untuk menghindar dan standar keselamatannya sangat tinggi. Jika masih juga terjadi sesuatu, itulah yang saya sebut takdir." pungkas Schumacher.
Pebalap veteran dan juara dunia tujuh kali Formula Satu, Michael Schumacher, berpendapat bahwa dua kematian yang mengguncang olahraga balap belakangan ini hanya soal takdir, ketika dia membela standar keselamatan di grand prix baru di India.
Menurutnya, para pebalap akan tetap berlomba dengan kemampuan penuh akhir pekan ini terlepas dari tragedi di ajang balap IndyCar dan MotoGP, meskipun gelar juara pebalap dan konstruktor juga sudah direbut.
"Ketika berkendara kami tidak bisa berpikir bahwa diri kami dalam bahaya. Kami paksa mobil kami sampai ke batasnya dan itu yang membuat kami nyaman. Hal yang sama akan terjadi di sini akhir pekan nanti," kata Schumacher.
Kematian pebalap Indycar Dan Wheldon asal Inggris dan pebalap MotoGP Marco Simoncelli dari Italia telah menimbulkan suasana muram menjelang grand prix pertama India di Buddh International Circuit.
"Takdir adalah sesuatu yang harus dihadapi oleh kita semua cepat atau lambat. Saya tentu saja berduka atas apa yang menimpa dua pebalap yang sudah meninggalkan kita, tapi sayangnya kita juga harus berkata itulah kehidupan," tambah pebalap Jerman itu.
Namun menurut Schumacher fitur-fitur keselamatan yang ada akan membuat para pebalap tetap aman, meskipun debu masih menyelimuti sebagian wilayah dekat New Delhi. Kecepatan puncak mobil Formula Satu sendiri nanti bisa mencapai 320 km per jam.
"Untuk menjamin keselamatan total menurut saya tidak mungkin sama sekali, di setiap aspek kehidupan kita," katanya.
Menurutnya resiko dalam balap Formula Satu termasuk yang paling tinggi karena kompetisi itu melibatkan mobil-mobil yang tercepat di dunia. Meskipun demikian standar keselamatan juga semakin lebih baik.
"Jika anda melihat proyek baru seperti lintasan ini, ada banyak wilayah untuk menghindar dan standar keselamatannya sangat tinggi. Jika masih juga terjadi sesuatu, itulah yang saya sebut takdir." pungkas Schumacher.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




