Pebalap F1 Masih Terguncang Jelang GP India
Jumat, 28 Oktober 2011 | 02:25 WIB
Tapi sekaligus kami selalu berharap tidak akan terjadi apa-apa
Dua kecelakaan mematikan di arena balap internasional dalam satu bulan terakhir telah menimbulkan suasana muram menjelang grand prix pertama India di Buddh International Circuit.
Kematian pebalap Indycar Dan Wheldon asal Inggris 16 Oktober silam dan pebalap MotoGP Marco Simoncelli dari Italia akhir pekan lalu masih membuat pebalap yang akan berlomba 30 Oktober mendatang terguncang.
Bahkan juara dunia dua kali Sebastian Vettel dari tim Red Bull menyebutnya sebagai tragedi yang "mengerikan."
"Kita semua mengambil resiko ketika masuk mobil atau naik sepeda. Kami suka balapan, kami suka saat-saat yang mencekam. Tapi sekaligus kami selalu berharap tidak akan terjadi apa-apa," kata Vettel yang telah mengukuhkan diri sebagai juara musim 2011.
"Kami menyukai apa yang kami lakukan, kami senang mengambil resiko tertentu tetapi tetap saja kami terguncang saat sadar betapa cepatnya semua bisa berubah," dia menambahkan.
Sementara pebalap Inggris Jenson Button, mengaku tewasnya Wheldon memberinya kesan mendalam. Sejak berumur delapan tahun, keduanya telah ikut balapan gokart dan ketika beranjak dewasa saling bersaing di ajang Formula Ford.
"Dia jenis orang yang ketika Anda bangun di pagi hari Anda bilang 'aku ingin mengalahkan dia'," kata Button.
"Jadi kami berdua punya banyak pertarungan dalam karir kami. Dia orang yang saya ikuti di balapan kart Eropa dan kemudian kami berdua berlomba di Formula Ford. Kami punya beberapa pertarungan hebat," kenang Button.
Pebalap Ferrari Fernando Alonso mengaku terguncang sampai beberapa hari saat menyaksikan dua kecelakaan itu di TV, tapi menambahkan bahwa para pebalap seringkali melupakan bahayanya ketika mereka sudah bertarung di lintasan.
"Ketika mengemudi anda tidak berpikir soal resikonya. Anda cinta balapan, anda cinta kompetisi. Adrenalin yang muncul ketika anda mengemudi akan membuat anda buta soal resiko," kata Alonso.
"Anda cinta balapan dan anda tahu ini bahaya. Pada kecepatan 310 km per jam, jika terjadi sesuatu seperti itu resikonya adalah kecelakaan yang besar tapi tidak mungkin memikirkan hal itu di tengah balapan," pungkas pebalap Spanyol itu.
Dua kecelakaan mematikan di arena balap internasional dalam satu bulan terakhir telah menimbulkan suasana muram menjelang grand prix pertama India di Buddh International Circuit.
Kematian pebalap Indycar Dan Wheldon asal Inggris 16 Oktober silam dan pebalap MotoGP Marco Simoncelli dari Italia akhir pekan lalu masih membuat pebalap yang akan berlomba 30 Oktober mendatang terguncang.
Bahkan juara dunia dua kali Sebastian Vettel dari tim Red Bull menyebutnya sebagai tragedi yang "mengerikan."
"Kita semua mengambil resiko ketika masuk mobil atau naik sepeda. Kami suka balapan, kami suka saat-saat yang mencekam. Tapi sekaligus kami selalu berharap tidak akan terjadi apa-apa," kata Vettel yang telah mengukuhkan diri sebagai juara musim 2011.
"Kami menyukai apa yang kami lakukan, kami senang mengambil resiko tertentu tetapi tetap saja kami terguncang saat sadar betapa cepatnya semua bisa berubah," dia menambahkan.
Sementara pebalap Inggris Jenson Button, mengaku tewasnya Wheldon memberinya kesan mendalam. Sejak berumur delapan tahun, keduanya telah ikut balapan gokart dan ketika beranjak dewasa saling bersaing di ajang Formula Ford.
"Dia jenis orang yang ketika Anda bangun di pagi hari Anda bilang 'aku ingin mengalahkan dia'," kata Button.
"Jadi kami berdua punya banyak pertarungan dalam karir kami. Dia orang yang saya ikuti di balapan kart Eropa dan kemudian kami berdua berlomba di Formula Ford. Kami punya beberapa pertarungan hebat," kenang Button.
Pebalap Ferrari Fernando Alonso mengaku terguncang sampai beberapa hari saat menyaksikan dua kecelakaan itu di TV, tapi menambahkan bahwa para pebalap seringkali melupakan bahayanya ketika mereka sudah bertarung di lintasan.
"Ketika mengemudi anda tidak berpikir soal resikonya. Anda cinta balapan, anda cinta kompetisi. Adrenalin yang muncul ketika anda mengemudi akan membuat anda buta soal resiko," kata Alonso.
"Anda cinta balapan dan anda tahu ini bahaya. Pada kecepatan 310 km per jam, jika terjadi sesuatu seperti itu resikonya adalah kecelakaan yang besar tapi tidak mungkin memikirkan hal itu di tengah balapan," pungkas pebalap Spanyol itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




