Pemerintah-Swasta Harus Perhatikan Anak Berkebutuhan Khusus

Jumat, 28 Oktober 2011 | 14:54 WIB
EO
B
Penulis: Elisabeth Oktofani/RIN | Editor: B1
Meneg PP & PA, Linda Amalia Sari Gumelar
Meneg PP & PA, Linda Amalia Sari Gumelar (Antara)
Harus bekerjasama agar dapat memberi pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus secara maksimal.

Orangtua yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus mengadakan Kongres Orangtua Anak Special Indonesia selama dua hari, 28-29 Oktober 2011, di Jakarta. Kongres ini digelar untuk mewujudkan Indonesia yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus.

Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP & PA), mengatakan bahwa kongres tersebut dapat mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk memberi perhatian khusus kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

"Saya kira, kongres ini merupakan salah satu upaya masyarakat agar mereka dapat bersatu menjadi supporting group yang terdiri atas kumpulan dari orangtua, pemerhati dan praktisi untuk memberikan pelayanan pada anak anak berkebutuhan khusus," tandasnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, kongres ini dapat menjadi satu kekuatan untuk mendorong pemerintah dan swasta untuk memberi perhatian khusus kepada anak anak berkebutuhan khusus. "Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, karenanya swasta juga harus terlibat aktif dalam masalah ini," tambahnya.

Linda mengatakan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), akan terus membantu memfasilitasi memenuhi kebutuhan mereka melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta. KPPPA sesuai tugas, pokok dan fungsinya tidak melakukan implementasi kebijakan, melainkan membantu memfasilitasi dengan kementerian atau lembaga lain.

"Di undang-undang perlindungan anak secara tegas dikatakan, bahwa anak-anak berkebutuhan khusus harus menjadi perhatian dan tanggung jawab semua pihak sehingga kami (KPPPA) perlu menyusun dari kebijakan kebijakan dari UU tersebut," katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa saat ini  pemahaman dan pengertian para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus secara bertahap semakin baik, meski masih banyak pula yang belum mengerti cara penanganannya.

Kongres yang diikuti oleh peserta dari 33 kota di seluruh Indonesia, terutama orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus ini, dihadiri pula oleh anggota DPRD Propinsi DKI Jakarta Komisi E Wanda Hamidah, dan  wakil menteri kesehatan dan pembicara dari perguruan tinggi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon