Respon Surat Abbott, Presiden Minta Masyarakat Rasional

Selasa, 26 November 2013 | 19:57 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Presiden SBY melakukan jumpa pers soal dugaan penyadapan oleh Australia, 20 November 2013.
Presiden SBY melakukan jumpa pers soal dugaan penyadapan oleh Australia, 20 November 2013. (Abror Rizky/Abror Rizky)

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat Indonesia rasional soal isu penyadapan oleh Australia. Presiden meminta masyarakat percaya bahwa Pemerintah dapat menyelesaikan kasus ini. Apalagi, Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott, juga sudah membalas surat bernada positif.

"Melalui mimbar ini, saya meminta kepada rakyat Indonesia untuk tetap tenang. Pemerintah akan tetap bekerja dengan sungguh-sungguh dengan kebijakan yang harus dijalankan," kata Presiden SBY di kantor presiden, Jakarta, Selasa (26/11) malam.

Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tetap baik. "Ada belasan ribu mahasiswa Indonesia di Australia. Dan tidak sedikit WNI yang bekerja di Australia. Demikian juga ada ratusan ribu warga negara Australia yang menjadi wisatawan, selain yang bekerja dan bertugas di Indonesia," kata Presiden.

"Itu harus tetap dijaga," tegasnya.

Seperti diketahui, akibat isu penyadapan oleh Australia terhadap Indonesia, hubungan kedua negara sempat menjadi jauh. Indonesia mendesak Australia untuk meminta maaf secara terbuka. Tetapi, respon itu seperti diacuhkan oleh Pemerintah Australia.

Namun kini, Australia bersikap melunak. Ditunjukkan dengan adanya surat balasan dari PM Tony Abbott terhadap protes keras yang dilancarkan Presiden SBY.

Selasa (26/11) malam, Presiden SBY menerangkan tiga hal yang dikemukakan Tony Abbott dalam surat balasannya. Pertama, adanya keinginan Australia melanjutkan hubungan bilateral kedua negara.

Kedua, komitmen Tony Abbott bahwa Australia tidak akan melakukan sesuatu di masa depan yang akan merugikan dan mengganggu Indonesia.

Terakhir, PM Australia setuju dan mendukung usulan SBY menata kembali kerja sama bilateral termasuk pertukaran intelijen dgn menyusun ptorokol dan kode etik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon