Kompolnas Nilai Rotasi Jabatan Polri Sudah Tepat
Rabu, 27 November 2013 | 22:14 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal (pol) Sutarman melakukan rotasi terhadap sejumlah perwira tinggi dan menengah di jajaran korps berbaju coklat ini.
Salah satunya, jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dalam Surat Telegram bernomor ST/2312/XI/2013, tertanggal 24 November 2013 lalu, Komisaris Besar Polisi Slamet Riyanto yang menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dipromosikan jabatan baru menjadi Wakapolda Jambi.
Sementara pengganti Slamet, adalah Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto, sebelumnya menjabat Analisi Kebijakan Madya Bidang Pembinaan Masyarakat Baharkam Polri.
Merespon rotasi itu, Slamet menyatakan siap ditempatkan di mana saja. Rotasi adalah hal biasa dalam menjalankan tugas di Kepolisian.
"Saya siap di mana pun saya ditugaskan karena jabatan itu tidak akan abadi. Saya bersyukur masih diberikan kepercayaan oleh pimpinan," ujar Slamet, Rabu (27/11).
Berdasarkan surat keputusan Kapolri itu, sejumlah perwira lain yang dirotasi jabatannya adalah Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suhadi Aliyus yang menempati posisi baru sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Pengganti Suhardi sebagai Kapolda Jawa Barat adalah Brigjen Pol Muhammad Iriawan, sebelumnya menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Edi Saputra Hasibuan, menilai rotasi yang dilakukan Kapolri sudah tepat.
"Saya menilai dalam mutasi baru-baru ini sudah tepat. Kapolri sudah benar memilih calon-calonnya. Saya pribadi sama sekali tidak meragukan mutasi itu," katanya.
Sebagai catatan, sambungnya, semisal Brigjen Pol Muhammad Iriawan, sudah cukup banyak prestasi yang ditorehnya. Seperti, mengungkap kasus mantan Ketua Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) Antasari Ashar dan menangkap tersangka korupsi pajak Gayus Halomoan Tambunan di Singapura.
Mengungkap kasus tersebut, kata Edi, sangatlah tidak mudah. Karena disamping membekuk eksekutornya, dia juga menangkap mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan teman seangkatannya Kombes Pol Wiliardi Wizard.
"Tapi karena tugas negara, semua dia tuntaskan. Ketika itu Iriawan menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya," bilangnya.
Saat menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, katanya, Iriawan juga mengungkap kasus yang menyedot perhatian publik, seperti kasus video porno yang menyeret nama vokalis band Noah, Ariel.
Edi menyampaikan, tak hanya Iriawan, penempatan Irjen Pol Anton Bachrul Alam menjadi Irwasum; lalu Wakapolda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Suprodjo Wirjo Sumardjo, yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolda Jawa Timur; Kakorsis Sespimen Sespim Polri Kombes Pol Sukirman, sebagai Wakapolda Kalimantan Selatan menggantikan Kombes Pol Supardjo; dan lainnya sudah tepat.
"Jadi, saya rasa rotasi itu sudah tepat dan ditetapkan sesuai dengan kemampuan serta prestasi anggota," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




