Delegasi Asing Belajar Robot Berbasis Android di Surabaya

Sabtu, 29 Oktober 2011 | 23:50 WIB
XC
B
Penulis: Xiantira Ghassani Celesta | Editor: B1
Seorang peserta dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mengendalikan robotnya menyusun Krathong (karangan bunga) saat kontes robot Indonesia (KRI) dan kontes robot cerdas Indonesia (KRCI) 2011 Regional IV (Jatim dan Indonesia Timur) di Gedung Robotika ITS Surabaya, Sabtu (7/5).
Seorang peserta dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mengendalikan robotnya menyusun Krathong (karangan bunga) saat kontes robot Indonesia (KRI) dan kontes robot cerdas Indonesia (KRCI) 2011 Regional IV (Jatim dan Indonesia Timur) di Gedung Robotika ITS Surabaya, Sabtu (7/5). (Antara)
Diakhiri dengan adu ketangkasan robotika

Sebanyak 21 delegasi asing dari negara Asia dan Afrika belajar robotika berbasis teknologi Android di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya.

"Delegasi dari Kenya, Rwanda, Tanzania, Nepal, Palestina, Bangladesh, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam itu mengikuti pelatihan internasional selama hampir satu bulan," kata Direktur PENS ITS Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD di Surabaya, Sabtu (29/10).

Ia menjelaskan para peserta belajar robotika setelah mendapatkan materi seputar "Industrial Automation" dalam program "The Third Country Training Program on Education for Computer Based Industrial Automation" selama hampir sebulan itu.

"Program pelatihan tahunan itu merupakan hasil kerja sama antara Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Sekretariat Negara yang diselenggarakan di PENS ITS. Tahun ini merupakan tahun ketiga dari tiga tahun penyelenggaraan pelatihan," tambah Dadet.

Menurut Dadet, pihaknya berpartisipasi dalam kerja sama Selatan-Selatan melalui penyelenggaraan pelatihan internasional itu sejak tahun 1993, karena itu kali ini merupakan Batch ke-5.

"Saya berharap dengan adanya pelatihan itu, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan, sekaligus mengembangkan hubungan multilateral melalui sharing teknologi antarpeserta," harap Dadet.

Sementara itu, dosen Teknik Komputer PENS ITS, Adnan Rahmad Anom Besari, mengatakan pelatihan yang ditutup Konsul Jenderal Jepang dan staf Sekretariat Negara itu diakhiri dengan adu ketangkasan robotika di Hall PENS ITS, Kamis (27/10).

"Acaranya menggabungkan antara device android dengan robot, yang salah satu aplikasinya sebagai controller. Peserta diberi waktu seminggu untuk melakukan pemrograman android dan robot, sehingga peserta berusaha mengendalikan robot menggunakan Samsung Galaxy Tab," ujar Adnan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon