Polri Berharap Stop Kirim Tim ke Darfur, Sudan
Kamis, 5 Desember 2013 | 10:05 WIB
Jakarta- Mabes Polri berharap keikutsertaan polisi dalam misi United Nations-African Union Hybrid Mission in Darfur (UNAMID) di Darfur, Sudan, Afrika yang sudah memasuki tahun keenam akan berhenti.
Polri tidak ingin konflik antar suku itu terus berkelanjutan.
"Secara rutin, kita mengirimkan tim Formed Police Unit (FPU) ke Darfur. Tentu mudah-mudahan tidak terus kita mengirimkan tim karena kalau konflik di sana selesai, ya kita berhenti (kirim tim). Kalau berhentinya 2014 ya Alhamdullilah karena kita tentu ingin Darfur aman," kata Wakapolri Komjen Oegroseno usai upacara penyambutan tim FPU V di Mabes Polri Kamis (5/12).
Mantan Kapolda Sumut ini melanjutkan panggilan tugas Polri hingga sampai ke luar negeri ini adalah selaras dengan amanat Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dimana Indonesia ikut serta menjaga perdamaian di dunia.
"Ini adalah panggilan tugas bagi anggota kita untuk bertugas di Darfur selama satu tahun meninggalkan keluarga di Tanah Air," sambungnya.
Tahun ini memang merupakan kali keenam Polri mengirim anggotanya dalam misi UNAMID. Ada 140 anggota Polri yang dikirim dalam setiap tahun.
UNAMID adalah operasi penjaga keamanan terbesar, beranggotakan sekitar 17.000 tentara dan 5.000 polisi dari berbagai negara.
UNAMID bertugas menjaga keselamatan penduduk sipil di Darfur, titik perlawanan kelompok pemberontak yang sering melakukan tindak kekerasan sejak tahun 2003.
Dalam perkiraan PBB, konflik telah menewaskan sekitar 300.000 orang. Sejauh ini tidak ada anggota Polri yang ikut menjadi korban konflik selama berdinas di sana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




