Iran: Kesepakatan Nuklir Dibatalkan Jika Kongres AS Jatuhkan Sanksi Baru
Selasa, 10 Desember 2013 | 06:18 WIB
Washington - Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, mengatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran akan gagal jika kongres Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap negaranya, demikian dilaporkan Majalah Time, Senin (9/12) seperti dikutip Reuters.
Dalam transkrip wawancara yang digelar Sabtu (7/12), tetapi baru diterbitkan Senin, Zarif mengancam akan membatalkan semua kesepakatan terkait pengembangan nuklir Iran jika kongres AS menjatuhkan sanski baru atas Iran.
"Seluruh kesepakatan akan berakhir," tegas Zarif mengacu pada kesepakatan pada 24 November dengan enam negara kekuatan utama dunia. Dalam kesepakatan itu Teheran berjanji akan membatasi semua program nuklirnya jika negara-negara Barat menarik sejumlah sanksi yang sudah dijatuhkan atas Iran.
"Kami tidak suka bernegosiasi di bawah paksaan. Jika Kongres menerima sanksi (baru), itu hanya menunjukkan kurang keseriusan dan kurangnya kemauan untuk mencapai resolusi dari sisi AS," lanjut dia.
Ia menekan pemerintahan Barack Obama untuk menekan kongres agar tidak menjatuhkan sanksi baru dan membandingkannya dengan upaya yang sudah dilakukan oleh Presiden Hassan Rouhani.
"Saya tahu implikasi domestik dan berbagai isu di dalam negeri AS, tetapi bagi saya itu bukan pembenaran. Saya juga punya parlemen. Parlemen saya juga bisa menerima berbagai legislasi yang bisa menggagalkan negosiasi ini," beber Zarif.
Gedung Putih pekan lalu mengatakan menentang upaya baru yang digagas oleh sejumlah anggota senat AS untuk menjatuhkan sanksi baru atas Iran. Pemerintahan Obama juga menentang keras rencana sanksi itu meski rencananya tidak langsung berlaku sekarang, tetapi setelah beberapa bulan ke depan.
Beberapa senator berencana menerapkan sanksi baru atas Iran yang mulai berlaku enam bulan dari sekarang atau akan berlaku ketika Iran melanggar kesepakatan yang dicapai di Jenewa pada 24 November lalu.
Kesepakatan sementara yang berlaku selama enam bulan itu itu dicapai dalam perundingan dengan enam kekuatan dunia yakni Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia, AS, dan Inggris.
Kesepakatan itu dirancang untuk memberi waktu bagi dua pihak untuk merundingkan sejumlah kesepakatan yang diharapkan AS bisa memberikan jaminan bahwa program nuklir Iran benar-benar untuk tujuan damai. Sementara Iran berharap perundingan itu berujung pada pencabutan semua sanksi ekonomi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




