Jenderal Pendiri Penjara Guantanamo Sesali Perbuatannya

Jumat, 13 Desember 2013 | 04:51 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Penjara di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba.
Penjara di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba. (AFP)

Miami - Seorang jenderal militer Amerika Serikat yang meresmikan kam penjara Guantanamo akhirnya mengakui tempat itu sebuah kesalahan dan harus ditutup karena "menjadi pembenaran dari setiap persepsi negatif tentang Amerika Serikat."

"Setelah direnungkan, seluruh strategi penahanan dan interogasi ternyata keliru," kata Mayor Jenderal (Marinir) Michael Lehnert dalam tulisannya di Detroit Free Press terbit Kamis (12/12) waktu setempat.

Lehnert, yang sudah pensiun dan sekarang tinggal di Michigan, adalah komandan gugus tugas pertama yang membuka kam penahanan itu pada Januari 2002 di Pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Menurutnya Amerika membuka penjara itu "karena kami berhak marah dan ketakutan" akibat serangan pembajakan pesawat 11 September 2001dan mengira para tahanan yang dikirim ke sana akan menjadi "sumber informasi dan intelijen yang berharga."

Dengan segera dia menjadi yakin bahwa sebagian besar dari mereka seharusnya tak pernah dibawa ke sana karena hanya sedikit nilai intelijen yang mereka miliki dan tidak cukup bukti untuk mengkaitkan mereka dengan kejahatan perang, tulisnya.

"Kami menyia-nyiakan maksud baik dunia setelah dicerca akibat tindakan kami di Guantanamo, baik terkait penahanan maupun penyiksaan," tulis Lehnert. "Keputusan kami untuk tetap membuka Guantanamo telah membantu musuh-musuh kami karena (penjara) itu menjadi pembenaran atas setiap persepsi negatif tentang Amerika Serikat."

Kongres saat ini masih berdebat tentang rancangan undang-undang yang akan memberi Presiden Barack Obama fleksibilitas untuk memulangkan atau merumahkan para tawanan di Guantanamo.

Tapi RUU tersebut tetap memuat "larangan yang kurang bijak dan tidak perlu" untuk memindahkan mereka ke Amerika, kata Lehnert.

"Namun ini tetap merupakan satu langkah maju untuk menutup penjara paling buruk milik negara kita ini— penjara yang mestinya tak pernah dibuka," tulisnya.

Gelombang pertama tawanan tiba pada 11 Januari 2002, hanya sepekan setelah Lehnert diperintahkan membangun 100 sel yang pertama. Kandang-kandang jeruji yang dirantai, disebut sebagai Camp X-Ray, dipakai selama tiga setengah bulan dan kemudian diganti dengan bangunan penjara yang lebih permanen.

Sejak itu AS telah mengurung 779 pria di tempat tersebut dan sekarang masih tersisa 162 tahanan. Lehnert mencatat bahwa banyak dari mereka yang dinyatakan bisa dipindah oleh badan-badan pertahanan dan intelijen AS, namun "terhambat oleh kepentingan politik."

Dia mengatakan beberapa dari mereka seharusnya dipindahkan ke Amerika Serikat untuk diadili atau ditahan. Dia juga mengakui risiko bahwa sebagian yang dibebaskan bisa jadi akan merencanakan serangan atas AS, namun konstitusi dan hukum AS berada di atas risiko itu.

"Sudah waktunya bagi rakyat Amerika dan para politisi kita untuk menerima risiko dalam level tertentu demi mempertahankan nilai-nilai konstitusi kita, seperti para prajurit kita yang melewati jalan menyakitkan waktu demi waktu demi mempertahankan konstitusi kita," kata Lehnert.

"Jika kita merendahkan nilai-nilai sendiri, akan muncul pertanyaan tentang apa yang sebenarnya tengah kita perjuangkan. Sudah tiba waktunya untuk menutup Guantanamo. Penarikan kita dari Afghanistan merupakan saat yang sempurna dalam sejarah untuk menutup tempat itu."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon