Menyamar Jadi Penumpang, Kakak Beradik Kedapatan Mencopet di Bus Kota

Kamis, 19 Desember 2013 | 00:04 WIB
FS
B
Penulis: Fana F Suparman | Editor: B1
Ilustrasi seorang tahanan di borgol.
Ilustrasi seorang tahanan di borgol. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Dengan berpura-pura sebagai penumpang, kakak beradik bernama Edi Saputra (37) dan Untung (25) mencopet penumpang Bus Mayasari Bhakti R 57 jurusan Blok M-Pulogadung. Beruntung aksi kriminal tersebut berhasil digagalkan dan kedua pelaku dibekuk petugas dari Polsek Pulogadung. Namun seorang rekan mereka berinisial R melarikan diri.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Zulham Effendi menuturkan, bersama R, kakak beradik asal Palembang, Sumatera Selatan ini naik Bus Mayasari R57 dari Cawang, Jakarta Timur. Di dalam bus yang sedang penuh penumpang, ketiga pelaku ini langsung mencari korban. Dengan posisi berdiri, ketiga korban kemudian memepet seorang penumpang yang hendak turun di Pasar Pulogadung.

"Tersangka Untung dan R berperan untuk mengalihkan perhatian dengan cara mendorong-dorong korban," kata Zulham kepada wartawan, Rabu (18/12).

Saat korban lengah karena terus didorong oleh Untung, dan R, tersangka Edy langsung mengambil telepon seluler yang disimpan di saku baju sebelah kanan korban.

"Setelah mendapat barang curian, para pelaku langsung turun dari bus dan kabur," tutur Zulham.

Korban yang menyadari telah menjadi korban pencurian segera mengejar para pelaku dan meminta tolong pada warga sekitar. Tak jauh dari lokasi, korban berhasil diamankan warga.

"Kami amankan keduanya saat tertangkap oleh warga usai melakukan aksi pencopetan di angkutan umum," jelas Zulham.

Dikatakan Zulham, saat ini pihaknya tengah memburu tersangka R yang melarikan diri. Sementara kakak beradik yang diamankan warga kini mendekam di tahanan Polsek Pulogadung dan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

"Dari peristiwa ini, kami mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam merk Nokia warna biru type 110," ungkap Zulham.

Kepada petugas, Edy mengaku baru pertama kali menjalankan aksinya. Tindak kriminal ini, diakui Edy terpaksa dilakukan karena himpitan ekonomi.

"Buat beli makan sama beli baju, baru sekali melakukannya, baru dapet 200 ribu. Kalau narik angkot ngga cukup, cuma dapet Rp 60 ribu," kata Edy yang mengaku pernah menjadi sopir angkot T 02 jurusan Pulogadung-Kampung Melayu ini. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon