RI Usulkan Asean Bersatu Tolak Penyadapan

Kamis, 19 Desember 2013 | 13:53 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Sejumlah aktivis dan pegiat seni menggelar aksi mengecam tindakan penyadapan yang dilakukan oleh Australia di Solo, Jateng, Minggu (24/11).
Sejumlah aktivis dan pegiat seni menggelar aksi mengecam tindakan penyadapan yang dilakukan oleh Australia di Solo, Jateng, Minggu (24/11). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Indonesia mengusulkan penolakan penyadapan bersama oleh perhimpunan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang akan dibahas dalam pertemuan puncak ASEAN berikutnya.

Hal tersebut menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perlu dilakukan untuk meningkatkan kembali rasa kepercayaan dalam hubungan internasional.

Ide tersebut disampaikan SBY saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak.

"Pada pertemuan puncak ASEAN, agar ada kesepakatan penolakan kegiatan spying," demikian disampaikan Presiden SBY saat memberikan keterangan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/12) siang.

Sebelumnya, kegiatan penyadapan menjadi isu sensitif yang bergulir menyusul bocoran mantan agen Amerika Serikat Edward Snowden dan Wikileaks tentang penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap sejumlah kepala negara termasuk Indonesia.

Setelah itu dikabarkan pula Australia melakukan penyadapan terhadap SBY dan sejumlah pejabat negara yang menyebabkan hubungan Jakarta dan Canberra sempat menghangat.

Bahkan Indonesia hingga saat ini masih memanggil pulang duta besarnya dan menghentikan sejumlah kerjasama antara lain pertukaran informasi intelijen dan latihan militer bersama.

"Kami sepakat untuk mengajak negara ASEAN bersatu dalam menolak spying ini," kata SBY.

Sementara PM Malaysia dalam kesempatan yang sama menyampaikan hal senada. Penyadapan, kata dia, harus menjadi perhatian bersama dan Malaysia siap mendukung Indonesia yang memotori penolakan bersama atas tindakan memata-matai yang dinilai tidak etis dalam kerangka hubungan diplomasi tersebut.

"Soal pengintipan, spying jadi perhatian sidang ASEAN akan datang dan bila (Indonesia) mengusulkan Malaysia memberikan sokongan yang kuat pada usulan tersebut," kata PM Malaysia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon