Sendiri Keliling Dunia, Bertemu Cinta Sejati

Rabu, 2 November 2011 | 11:38 WIB
VH
B
Penulis: Vinnilya Huanggrio | Editor: B1
Pasangan Mike dan Kristina.
Pasangan Mike dan Kristina. (Kristina Wegscheider/FoxNews.com)
Mereka berwisata sendiri, berkenalan dalam tur, saling kontak, menjalin cinta, dan kini siap menikah.

Saat usianya menginjak 26 tahun, Kristina Wegscheider telah menginjakkan kakinya ke enam dari tujuh keajaiban dunia. Saat itu, sadar bahwa hanya tinggal kota kuno Petra di Yordania yang belum dikunjunginya, Wegscheider pun menyiapkan rencananya. Ia memesan perjalanan sendirian dari San Jose, California, AS, bersama jasa travel G Adventures.

Sementara itu, Mike Bullock, pria asal Leeds, Inggris, adalah seseorang yang kebetulan punya beberapa teman tinggal di Dubai, UEA. Namun saat merancang trip ke kawasan Timur Tengah, ia pun memasukkan prgoram G Adventures dalam rencana perjalanannya.

Wegscheider dan Bullock, yang saat ini sama-sama berumur 28 tahun, saat itu murni hanya merencanakan perjalanan wisata yang mengasyikkan penuh petualangan. Namun nyatanya, mereka juga akhirnya menemukan cinta.

Usai berjumpa dan berkenalan di sesi perjalanan (di bawah G Adventures) saat itu, mereka terus saling kontak. Mereka pun kemudian menghabiskan perjalanan lebih dari 66 ribu mil jauhnya untuk saling berjumpa, dalam dua tahun berikutnya. Hingga kini, mereka pun siap untuk menikah April tahun depan. Tempatnya? Di Roatan, Honduras.

"Saya ke Yordania (saat itu) bukan untuk mencari cinta (kekasih). Saya (justru) merasa, saat kamu mencapai usia tertentu dalam setiap bagian hidup, kamu akan bergerak secara diam-diam dalam hidupmu," ungkap Wegscheider yang bekerja di bidang HR dan merupakan co-founder situs Do It While You're Young.

"Namun saya berangkat ke Yordania, dan (saat itu) saya tidak menutup diri. Jadi wajar saja rasanya bertemu seseorang di perjalanan itu. Pengalaman-pengalaman asyik yang kami jalani bersama membantu membangun hubungan kami lebih cepat," jelas Wegscheider tentang perjumpaannya dengan Bullock.

Pakar hubungan asmara, Tracey Steinberg, mengatakan bahwa kedekatan seperti yang dialami Bullock dan Wegscheider, dipadukan dengan keasyikan menciptakan pengalaman baru bersama, serta keberadaan kelompok kecil, merupakan dasar yang kuat untuk hubungan cinta berkelanjutan.

"Saya kenal banyak orang yang berjumpa pasangan mereka dalam tur kelompok yang diorganisir. Saya rasa, hal itu terjadi karena Anda dapat berjumpa orang-orang di kehidupan nyata, tanpa perlu berurusan dengan tanggung jawab kehidupan Anda sendiri," ujar Steinberg.

"Saya juga merasa bahwa hal ini (terjadi) karena semua orang (kedua pihak) dalam keadaan rileks dan menikmati waktu mereka sendiri, sehingga secara alamiah mereka menampilkan sisi paling atraktif dari dirinya," tambah Steinberg pula.

Dengan kian banyaknya para lajang yang memilih untuk berlibur sendirian lewat tur petualangan, hubungan cinta jangan panjang, serta bahkan pernikahan, kini kian sering menjadi 'oleh-oleh' tambahan dari perjalanan semacam itu.

"Dalam 21 tahun usia (usaha) kami, kami telah menyaksikan banyak wisatawan yang berjumpa untuk pertama kali di sebuah perjalanan G Adventures, bertunangan, kemudian menikah. Cerita apa lagi yang lebih baik diceritakan ketimbang 'berjumpa belahan jiwa Anda saat menjelajahi keajaiban-keajaiban mengagumkan di planet ini dalam sebuah petualangan'," ungkap Bruce Poon, pendiri G Adventures, sambil mempromosikan usahanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon