Pakar Politik: Minat terhadap Pemimpin asal Militer Cenderung Menurun

Sabtu, 21 Desember 2013 | 13:00 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Ilustrasi pemilu 2014
Ilustrasi pemilu 2014 (istimewa)

Jakarta - Pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti berpendapat, saat ini -seperti pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya- masih ada pengotakkan calon pemimpin asal militer dan non militer. Namun, kata dia, terdapat kecenderungan penurunan minat terhadap calon pemimpin asal militer.

"Tipe pemilih sipil militer masih ada, walaupun sudah mulai luntur," kata Ikrar dalam seminar bertajuk "Presiden Pilihan Perempuan" di hotel Aryaduta, Sabtu (21/12).

Mengutip dari salah satu survei yang dilakukan lembaga penelitian tentang persepsi masyarakat dalam tahun ini, maka kriteria pemimpin yang tegas dan berani, sebagaimana dilihat pada sosok militer dianggap tak lagi populer. Kriteria presiden yang disuka, kata dia, kini telah bergeser. Tipe presiden yang menjadi prioritas utama adalah jujur, bisa dipercaya, dan perhatian kepada rakyat.

Tren pemimpin asal militer yang menurun pun makin kental di skala lokal. Sementara untuk skala nasional diakuinya memang masih dipandang.

"Pada 2004, pemimpin nasional memang militer, namun pada tingkatan daerah, calon militer dan polisi sudah enggak laku namun nasional masih laku. Nanti kita lihat tahun 2014 bagaimana," kata Ikrar lagi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon