Jumhur: Perlindungan Bagi TKI Masih Kurang
Minggu, 22 Desember 2013 | 15:21 WIB
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat mengakui, perlindungan terhadap buruh migran (tenaga kerja Indonesia-TKI) di luar negeri masih rendah.
"Sejak buruh migran berada dalam negeri, di negara penempatan sampai mereka pulang ke Tanah Air, perlindungan masih kurang," kata Jumhur dalam acara peringatan Hari Buruh Migran Sedunia di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/12).
Masih kurangnya perlindungan terhadap TKI, kata Jumhur, pihaknya bersama lembaga pemerintah terkait seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) dan Kementerian Luar Negeri, terus mengingatkan semua masyarakat terutama perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI), agensi tenaga kerja di semua negara penempatan termasuk majikan serta pemerintah negara penempatan agar terus melindungi TKI.
Menurut Jumhur, pihaknya memperingati Hari Buruh Migran Sedunia, yang jatuh pada 18 Desember 2013 yang lalu, di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/12), untuk menghargai perjuangan pekerja migran atau TKI di luar negeri selama ini yang mendatangkan devisi begitu besar buat negara.
"Kita rayakan ini, supaya pekerja migran juga merasa dihargai, dan mengingatkan kepada semua orang agar menghargai pekerja migran," kata alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Jumhur tidaklah berlebihan. Sejumlah TKI yang hadir dalam acara itu, mengaku berterima kasih kepada BNP2TKI yang menyelenggarakan acara tersebut.
"Kami senang dan bahagia sekali rasanya, Hari Buruh Migran dirayakan secara resmi untuk pertama kali di Indonesia. Selama ini tak ada. Terima kasih kepada pihak BNP2TKI yang memperingati hari buruh migran secara besar-besaran seperti ini," kata Ahmat Faisal (34), mantan TKI pekerja pabrik di Taiwan.
Peringatan Hari Buruh Migran Sedunia di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dihadiri oleh sekitar 10.000 calon TKI, TKI dan mantan TKI di sejumlah negara penempatan.
Mereka berasal dari kawasan Jakarta, Banten, dan Jawa Barat di antaranya Bekasi, Tangerang, Sukabumi, Cianjur, Indramayu, Serang, dan Pandeglang, dengan menyewa angkutan umum seperti bus kota, mikrolet dan mobil yang biasa dipakai untuk travel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




