Tahun Depan, Kempera Bedah 10.000 Rumah di Sumsel

Jumat, 27 Desember 2013 | 00:30 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Pembuat sekaligus pemilik hak cipta Rumah Murah sejak 1993, Umar Sumadi dari Palembang di depan rumah buatannya di halaman Kementerian Perumahan Rakyat. Kementerian Perumahan Rakyat(Kemenpera) memiliki kebijakan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan dengan membayar angsuran per-bulan Rp 575.000 untuk harga rumah Rp 70 juta.
Pembuat sekaligus pemilik hak cipta Rumah Murah sejak 1993, Umar Sumadi dari Palembang di depan rumah buatannya di halaman Kementerian Perumahan Rakyat. Kementerian Perumahan Rakyat(Kemenpera) memiliki kebijakan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan dengan membayar angsuran per-bulan Rp 575.000 untuk harga rumah Rp 70 juta. (JG Photo/ Afriadi Hikmal/JG Photo/Afriadi Hikmal)

Palembang - Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera)akan membedah atau membenahi ribuan rumah sederhana terutama dipinggiran sungai di Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2014 mendatang.

Sumsel mendapat jatah sebanyak 10.000 rumah untuk dibedah terutama kurang layak huni, kata Rizal Abdullah, Kepala Dinas PU Cipta Karya Pemprov Sumsel Rizal Abdullah kepada wartawan di Palembang, Kamis (26/12).

Pembenahan rumah sederhana atau kurang layak huni tersebut sebagai program pemerintah pusat dalam meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat.

Dengan adanya perbaikan rumah diharapkan semua masyarakat yang memiliki tempat tinggal kurang layak akan semakin baik, kata dia.

Ketika ditanya tentang rumah yang akan dibedah sendiri, dia mengatakan, itu diserahkan dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mendata.

Pendataan rumah yang layak dibedah akan diserahkan dengan pemerintah kabupaten dan kota yang terpenting sudah layak untuk diperbaiki.

Namun, program pemerintah pusat tersebut akan mengutamakan rumah ditepian sungai seperti Sungai Musi Palembang dan kelompok nelayan lainnya.

Hal ini karena program bedah rumah pada 2014 lebih diutamakan untuk kalangan nelayan dan masyarakat pinggiran sungai, ujar dia.

Program bedah rumah dilaksanakan setiap tahun dan mengenai lokasi berbeda-bedah yang tersebar di provinsi Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon