Buntut Kunjungan PM Abe ke Kuil Yasukuni
Parlemen Korsel Batalkan Kunjungan ke Jepang
Sabtu, 28 Desember 2013 | 09:51 WIB
Seoul - Sekelompok anggota parlemen Korea Selatan membatalkan rencana lawatan ke Jepang sebagai reaksi atas kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe ke Kuil Yasukuni, Kamis (26/12) lalu.
Mereka yang membatalkan kunjungan ini termasuk di antaranya ketua partai berkuasa Senuri, Hwang Woo-yea, seorang anggota oposisi terbesar dari Partai Persatuan Demokratik, Moon Hee-sang, dan sejumlah anggota Forum Parlementer Korea-Jepang.
Mereka awalnya berencana untuk menghadiri pesta tahun baru yang digelar oleh kelompok pendukung Asosiasi Warga Korea di Jepang pada 9 Januari mendatang, serta melakukan dialog dengan anggota Perserikatan Parlemen Jepang-Korea.
Sumber-sumber hubungan diplomatik Jepang-Korea kepada NHK, Jumat (27/12) mengatakan, pihak Hwang Woo-yea menginformasikan pembatalan kunjungan ini pada Kamis sore karena dipicu oleh kunjungan Abe ke Kuil Yasukuni.
Bulan lalu forum parlemen Korea dengan mitra Jepangnya sepakat bertemu di Tokyo guna meningkatkan hubungan politik kedua negara yang mengalami ketegangan.
Hubungan kedua negara tetap buruk terkait isu wanita penghibur di masa perang dulu dan sengketa kawasan.
Kritik Media
Sementara itu, banyak surat kabar di Tiongkok dan Korea Selatan menurunkan laporan yang sangat kritis atas kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe ke Kuil Yasukuni.
Surat kabar Global Times yang berafiliasi dengan Partai Komunis Tiongkok menurunkan tajuk hari Jumat yang berjudul "Memasukkan Abe ke dalam daftar hitam adalah tindakan yang tepat". Disebutkan bahwa seharusnya Abe dan para pejabat Pemerintah Jepang serta politisi lainnya yang mendatangi kuil Yasukuni dimasukkan ke dalam daftar tamu yang paling tidak disukai oleh Pemerintah Tiongkok. Disebutkan bahwa saling berkunjung di antara para pemimpin kedua negara tidak akan mungkin terwujud selama Abe menjabat sebagai perdana menteri Jepang.
Surat kabar Korea Selatan juga mengkritik keras kunjungan Abe ke kuil tersebut. Surat kabar Dong-a Ilbo menekankan bahwa kunjungan itu telah dikritik oleh AS serta juga Cina. Media itu mengkritik Abe karena menyatakan bahwa ia tidak punya keinginan untuk menyakiti perasaan rakyat Korea Selatan dan Cina. Disebutkan bahwa pernyataan Abe itu adalah argumentasi yang keliru. Surat kabar tersebut juga meragukan ketulusan Abe saat Abe mengusulkan pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.
Surat kabar Korea Selatan lainnya memperkirakan pertemuan puncak kedua pemimpin hampir pasti mustahil terwujud selama Abe berkuasa.
Yasukuni didirikan untuk mengenang sekitar 2,5 juta warga Jepang yang tewas dalam peperangan sejak akhir abad ke-19, termasuk beberapa komandan yang divonis sebagai "penjahat perang kelas A" oleh pengadilan yang dibentuk Sekutu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




