10 Pemain Pelatnas Masuk "Radar", Simon Diberi Dua Turnamen

Senin, 30 Desember 2013 | 21:49 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Rexy Mainaky saat mengumumkan degradasi dan promosi atlet Pelatnas Cipayung untuk 2014.
Rexy Mainaky saat mengumumkan degradasi dan promosi atlet Pelatnas Cipayung untuk 2014. (PBSI)

Jakarta - Bulan lalu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, mencanangkan akan merampingkan Pelatnas Cipayung menjadi hanya berisi 50 pemain saja mulai tahun depan. Namun dari pengumuman resmi hari ini, Senin (30/12), tercatat ada 72 pemain yang dipilih PP PBSI menjadi penghuni Pelatnas Cipayung 2014.

Ditanya mengenai alasan membengkaknya jumlah penghuni Pelatnas dari rencana semula, Rexy memberikan penjelasan. Menurutnya pula, ada beberapa pemain (dari daftar Pelatnas 2013) yang dinilai masih bisa berprestasi.

"Ada beberapa pemain yang kami nilai masih bisa berprestasi, berdasar hasil rapat. Ada 10 pemain yang akan dipantau selama enam bulan ini. Kalau bisa memenuhi target, mereka stay. Kalau tidak, ya tidak ada lagi keputusan A atau B. Langsung A!" tegas Rexy, di lokasi Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, hari ini.

Namun demikian, peraih medali emas ganda putra Olimpiade 1996 ini tidak merinci siapa saja ke-10 pemain tersebut. Hanya saja disebutkan, ke-10 pemain tersebut adalah pemain di kategori Prestasi.

Satu pemain yang bisa dipastikan termasuk dari 10 itu adalah Simon Santoso. Sepanjang tahun ini, prestasi Simon tak bisa dibilang bagus. Ia hanya mampu menjuarai Indonesia Terbuka Grand Prix Gold di Yogyakarta, pada September silam. Satu lagi gelar diraihnya di Kejurnas Bulutangkis di Denpasar, awal Desember ini.

"Saya akan melihat hasil yang dibuat Simon pada Korea Selatan dan Malaysia Terbuka. Pelatih tunggal putra memasang target, Simon harus bisa sampai ke semifinal. Kalau tidak bisa, saya say I'm sorry, dia tak bisa lanjut," ujar Rexy mengultimatum.

Para pemain di kategori Prestasi memang tak punya banyak kelonggaran. Mereka dibebani target untuk meraih gelar juara, tak ada yang lain. Namun target untuk masing-masing nomor berbeda.

"Kalau ganda putra dan ganda campuran, sudah tak ada lagi target selain juara di super series. Tapi tergantung juga siapa pemainnya. Kalau di All England, tentu yang kita target juara Owi (Tontowi Ahmad)/Butet (Liliyana Natsir), tidak mungkin Irfan (Fadhilah)/Weni (Anggraini)," jelas Rexy.

"Sedangkan kalau tunggal putra, tunggal putri dan ganda putri, ada harga mati. Misal, di turnamen grand prix atau grand prix gold harus juara. Nggak mungkin cuma masuk semifinal. Tergantung kelas turnamennya. Kalau di super series, bisa semifinal atau final. Kita kan harus juga realistis," papar Rexy.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon