Terkait Terorisme, Polisi Geledah Rumah di Rempoa

Rabu, 1 Januari 2014 | 15:21 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Anggota Densus 88 Anti Teror membawa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan terduga teroris Anton usai melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Desa Alas Malang, Kemranjen, Banyumas, Jateng, Rabu (1/1). Anton diduga menjadi perencana dalam aksi penembakan polisi di Pondok Aren.
Anggota Densus 88 Anti Teror membawa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan terduga teroris Anton usai melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Desa Alas Malang, Kemranjen, Banyumas, Jateng, Rabu (1/1). Anton diduga menjadi perencana dalam aksi penembakan polisi di Pondok Aren. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Jakarta - Aparat kepolisian dibantu Tim Gegana menggeledah satu rumah di Jalan Delima Setu RT 08 RW 02 Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/1) siang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jakarta, Rabu (1/1), mengatakan pengeledahan itu dilakukan atas keterangan salah seorang terduga teroris yang sebelumnya diamankan di Kampung Sawah, Ciputat, dalam penggerebekan Selasa (31/12) malam.

"Ada penggeledahan, sekarang ini (sekitar pukul 13.00 WIB). Lokasinya tidak jauh dari itu (kontrakan yang digerebek di Kampung Sawah), tetangganya. Penggeledahan dilakukan karena diduga ditemukan bahan peledak di situ," katanya.

Brigjen Boy mengatakan pihaknya belum mengetahui detil barang apa saja yang sekiranya ditemukan di Rempoa, Ciputat. Namun, penemuan barang bukti lain berupa bahan peledak kiranya akan sangat membantu penyelidikan dan mencegah bahaya yang lebih besar.

Sebelumnya, Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan di rumah kontrakan milik Rahmat di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (31/12) malam hingga Rabu (1/1) dini hari.

Dalam penggerebekan itu ditemukan beragam bahan kimia dan rangkaian elektronik yang diduga digunakan dalam perakitan bom. Sebanyak enam bom pipa juga ditemukan beserta enam senjata api dan lima buah golok berukuran besar.

Sebanyak enam terduga teroris tewas dalam baku tembak yakni Daeng alias Dayat alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh, Hendi, dan Ujuh Edo alias Amril.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon