Hari Pertama Pemberlakuan BPJS Kesehatan di RSUD Tarakan Berjalan Lancar

Kamis, 2 Januari 2014 | 17:22 WIB
KT
B
Penulis: Kharina Triananda | Editor: B1
Menko Kesra Agung Laksono (kedua kiri) memperlihatkan kartu Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ketika meninjau sistem operasionalisasi BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/1).
Menko Kesra Agung Laksono (kedua kiri) memperlihatkan kartu Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ketika meninjau sistem operasionalisasi BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/1). (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diberlakukan pemerintah mulai hari ini, terpantau sudah tersosialisasi dengan cukup baik di RSUD Tarakan, Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan salah satu kerabat pasien yang berobat di RSUD Tarakan siang ini. Ibu Yoyok, mengaku kerabatnya yang dirujuk ke RSUD Tarakan dari Puskesmas di daerah Kemayoran sudah memiliki Kartu Jakarta Sehat (KJS) sebelumnya, sehingga tidak perlu mengurus kepersertaan BPJS Kesehatan lagi.

"Awalnya tetangga saya yang sakit meminta saya untuk mengurus BPJS Kesehatan karena dia mendengar kabar dari orang-orang. Namun, informasi yang saya dapat dari bagian administrasi tadi kalau BPJS Kesehatan diperuntukan bagi yang memiliki Asuransi Kesehatan (Askes). Jadi, bagi yang sudah memiliki KJS tidak perlu lagi mengurus itu," kata Ibu Yoyok kepada Beritasatu.com di RSUD Tarakan, Jakarta, Kamis (2/1).

Dia juga mengatakan, sejauh ini dia mengetahui informasi mengenai program JKN tersebut hanya dari tetangga-tetangga. Dia mengaku tidak mengetahui persisnya kapan akan diberlakukan program terbaru tersebut.

"Saya pikir Januari ini masih percobaan saja, jadi belum merata. Sebenarnya sosialisasi secara teorinya sudah cukup baik, walaupun untuk teknisnya masih belum saya pahami dengan baik karena ada beberapa kabar yang kurang jelas," ungkapnya.

Dia juga mengutarakan pendapatnya bahwa tidak semua masyarakat akan menyetujui jumlah premi yang ditetapkan pemerintah.

Beberapa orang yang dia kenal merasa keberatan bila diharuskan membayar premi lebih dari Rp 20.000 tiap bulan. Menurutnya, banyak warga tidak mampu yang berharap agar mendapat dana untuk PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang ditetapkan pemerintah berjumlah Rp 19.225 per orang per bulan.

"Tapi, kalau pemberiannya nanti tidak merata seperti waktu BLT (Bantuan langsung Tunai) ya percuma," keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan petugas pemasaran RSUD Tarakan di bagian informasi yang enggan menyebutkan namanya. Dia mengatakan bahwa pelaksanaan program JKN hari ini cukup berjalan baik. Tidak ada pasien yang kebingungan menanyakan program tersebut.

"Pada dasarnya sistemnya sama dengan sebelum-sebelumnya, hanya membawa rujukan dari puskesmas. Jadi, untuk pengurusannya sudah dilakukan di puskesmas," ujarnya.

Menurut Direktur Utama RSUD Tarakan, Dr. Kusmedi Priharto, kepersertaan program JKN tersebut memang dilakukan di puskesmas sebagai tempat rujukan pertama, sedangkan rumah sakit sebagai lembaga pelayanan yang melaksanakan program JKN tersebut merupakan tempat rujukan kedua.

"Jadi, pasien pada saat sampai di rumah sakit sudah tidak perlu mengurus kepersertaannya untuk BPJS Kesehatan lagi. Mereka tinggal memberi rujukan dari puskesmas ke petugas kami," ungkapnya.

Namun, diakatakannya bagi pasien IGD (Instalasi Gawat Darurat), prosedurnya tentu berbeda.

"Saat sampai rumah sakit keluarga atau kerabat pasien dianjurkan untuk mengurus kepersertaan di petugas kami dahulu atau melaporkan apabila pasien sebelumnya memiliki Askes, KJS, Jamsostek atau Asabri (Asuransi Sosial Abri). Sementara itu, pasien tetap ditangani di IGD," lanjut Kusmedi.

Kusmedi juga merasa optimis bahwa program ini bisa berjalan dengan baik selama semua pihak mendukung dan tidak hanya fokus terhadap hal negatifnya saja.

"Kalau hanya memikirkan kontranya saja ya programnya tidak akan berjalan. Semua pihak harus bekerja dan ikut terlibat dalam pelaksanaannya," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon