Kempera Tuntaskan Rumah Kumuh di Sekitar Makam Gus Dur

Jumat, 3 Januari 2014 | 13:25 WIB
M
FH
Penulis: M-16 | Editor: FER
Menpera Djan Faridz dan KH Sollahudin Wahid disambut para santri.
Menpera Djan Faridz dan KH Sollahudin Wahid disambut para santri. (Str/Str)

Jombang - Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) telah membuktikan bahwa pemerintah sangat serius memperhatikan kondisi masyarakat Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Terutama mereka yang tinggal di sekitar Makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Kecamatan Diwek, Jombang.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menepis anggapan bahwa pemerintah tidak berbuat apa-apa terhadap masyarakat Kabupaten Jombang. Padahal, sudah ada 1000 lebih pembangunan rumah tidak layak huni menjadi layak huni se-Kabupaten Jombang melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

"Di tahun 2013, Kabupaten Jombang telah bebas dari rumah tidak layak huni. Program tuntas pembangunan rumah swadaya di Kabupaten Jombang telah berhasil," kata Djan saat meresmikan Pprogram Bedah Rumah BSPS di Dusun Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (3/1).

Program tuntas rumah tidak layak huni di Kabupaten Jombang, terutama di Dusun Keras, Diwek, mendapat dukungan penuh dari adik kandung Gus Dur, Solahudin Wahid atau Gus Sholah.

"Program ini sangat bagus. Ada proses sharing antara masyarakat dengan pemerintah. Program menjadi sarana dalam melestarikan budaya saling membantu antarwarga masyarakat. Yang mampu membantu yang tidak mampu," kata Gus Sholah saat menyambangi rumah Tasminah, seorang buruh tani di Dusun Keras RT 03 RW 02, Diwek, Jombang.

Gus Sholah berharap, program ini terus berlanjut. "Masih banyak yang perlu mendapatkan bantuan seperti ini. Dengan rumah yang layak otomatis meningkatkan kualitas hidup msyarakat menjadi lebih sejahtera," jelasnya.

Suhadi, warga Dusun Keras, Diwek, mengaku senang dengan bantuan yang diberikan pemerintah. Rumahnya yang semula reot hampir rubuh, dalam waktu 3 bulan menjadi bagus.

"Bantuannya memang masih kurang. Tapi karena dibantu masyarakat yang lain, rumah saya jadi bagus. Di sini masyaraat bergotong royong membangunkan rumah saya," papar Suhadi.

Menurut Djan, soal program Bedah Rumah di sekitar makam Gus Dur, tepatnya di Kecamatan Diwek, pembangunannya dimulai dari tahun 2012 sebanyak 43 unit. "Jumlah nilai bantuan per rumah Rp 6 jt, Total Rp 258 juta tersebar di 4 desa," katanya.

Untuk tahun 2013, lanjut Djan, program ini menyentuh 489 unit. Nilai bantuan per rumah naik menjadi Rp 7.5 juta. Total bantuan mencapai Rp 3,67 miliar, tersebar di 19 desa. Sementara untuk tahun 2014, direncanakan sebanyak 80 unit dengan nilai bantuan per rumah Rp 7,5 jt, sehingga totalnya mencapai Rp 600 juta.

"Untuk bedah rumah, hingga 2014 mencapai 612 unit dengan total mencapai Rp. 4,528 miliar. Ini hanya di kecamatan Diwek saja," kata Djan Faridz.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon