Panglima TNI: Perlu Remunerasi Tambahan 20 Persen bagi Prajurit

Rabu, 8 Januari 2014 | 09:38 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kedua kiri) berjabat tangan dengan KSAD Jenderal TNI Budiman (kiri), KSAL Laksamana TNI Marsetio (kedua kanan) dan KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia (kanan) usai memberikan keterangan pers soal Rapat Pimpinan TNI Tahun 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (8/1). Rapim TNI tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas TNI di bidang pembinaan kekuatan serta penyampaian Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI Tahun 2014 dalam rangka pembinaan kekuatan, kemampuan serta penggunaan kekuatan TNI.
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kedua kiri) berjabat tangan dengan KSAD Jenderal TNI Budiman (kiri), KSAL Laksamana TNI Marsetio (kedua kanan) dan KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia (kanan) usai memberikan keterangan pers soal Rapat Pimpinan TNI Tahun 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (8/1). Rapim TNI tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas TNI di bidang pembinaan kekuatan serta penyampaian Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI Tahun 2014 dalam rangka pembinaan kekuatan, kemampuan serta penggunaan kekuatan TNI. (Antara/Widodo S. Jusuf)

Jakarta - Panglima TNI Jendral (TNI) Moeldoko mengatakan perlu adanya remunerasi tambahan sebesar 20 persen karena kondisi kesejahteraan prajurit masih memprihatinkan.

"Prioritas kedua, kesejahteraan prajurit juga perlu kita pikirkan. Kondisi kesejahteraan prajurit masih perlu ditingkatkan. Remunerasi baru 37 persen. Tambahan remunerasi 20 persen cukup baik dan tidak memberatkan," ujarnya sesaat setelah membuka Rapim Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2014, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/1).

Mengenai anggaran, Panglima menuturkan adanya peningkatan sehingga di tahun ini TNI menerima alokasi Rp 86 triliun. TNI juga menekankan anggaran tersebut sebagian besar akan terserap di anggaran rutin yang berkisar 52 persen. Sedangkan sisanya yaitu 48 persen dialokasian untuk anggaran pembangunan.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menargetkan capaian kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) dapat mencapai 40-42 persen pada 2014.

Pada tahun ini, TNI juga tetap memprioritaskan kesejahteraan prajurit dengan upaya peningkatan remunerasi sebesar 20 persen.

Di bidang logistik, MEF pada 2013 telah lampaui target 28,7 persen. Pada 2014, diharap mencapai 40-42 persen.

Menurut Moeldoko, indikator TNI cukup terbilang baik pada bidang keuangan pada tahun 2013.

Menurutnya, bangsa Indonesia bisa melihat sendiri bagaimana kekuatan alutsista TNI di 2014. Di antaranya adalah sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang akan datang pada tahun ini.

Pada 2013, pencapaian yang diraih wajar tanpa pengecualian (WTP). Sementara di bidang operasi, panglima menyebutkan saat ini hampir di setiap daerah kondisinya terbilang baik dan kondusif.

"Tentu kondisi kondusif tidak begitu saja muncul. Ada penguatan di bidang intelijen, teritorial, dan lain-lain. Di perbatasan, kami lakukan operasi yang melibatkan TNI AD, AL maupun AU sehingga tidak muncul friksi-friksi masalah di perbatasan," kata Moeldoko.

Namun demikian, mengenai sejumlah peristiwa di Papua yang telah menelan korban prajurit TNI, panglima sangat menyayangkan.

Pendekatan yang sudah dilakukan, yang lebih kepada pendekatan kesejahteraan dalam bentuk operasi bakti TNI, bukan dalam bentuk operasi militer. Namun, kelompok bersenjata tetap melakukan langkah-langkah yang tidak baik.

"Tidak fair kalau TNI diam saja menanggapi tindakan tersebut," ucap Panglima.

Di bidang penjalinan hubungan dengan polri, meski sejumlah insiden antara oknum anggota TNI dan Polri terjadi di tahun 2013, Moeldoko mengatakan hubungan kedua institusi ini semakin baik.

Walaupun di tingkat bawah sering terjadi gesekan-gesekan, katanya, tetapi sepanjang prajurit masih bisa dibina, akan tetap dibina.

Di bidang luar negeri, TNI selalu mendapat apresiasi dari panglima atau komandan sektor, termasuk dari Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di negara-negara konflik seperti Lebanon, Kongo, dan lain-lain, TNI bisa diterima di kedua belah pihak yang bertikai.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon