Polisi Kejar Pengebom ATM di Malang

Jumat, 10 Januari 2014 | 13:40 WIB
FA
FB
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: FMB
Sejumlah petugas Labfor Polda Jatim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di ATM Bank Mandiri Karangploso, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1). Radius ledakan yang diperkirakan mencapai 15 meter tersebut diduga akibat bom.
Sejumlah petugas Labfor Polda Jatim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di ATM Bank Mandiri Karangploso, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1). Radius ledakan yang diperkirakan mencapai 15 meter tersebut diduga akibat bom. (Antara/Ari Bowo Sucipto)

Jakarta-- Polisi memfokuskan penyelidikan pada dua atau tiga orang yang diduga sebagai pelaku yang meledakan bom low explosives yang terjadi di mesin ATM Bank Mandiri di Jalan Kertanegara, Desa Girimoyo, Karang Ploso, Malang, Jawa Timur Kamis (9/1) dini hari.

"Dari ledakan bom rakitan di ruang ATM Mandiri itu sudah dilakukan langkah olah TKP dan memeriksa saksi. Dari hasil proses olah TKP memang ada bahan material yang sudah diamankan Puslabfor Surabaya, penyidik Polda Jatim, dan penyidik Densus 88 Mabes Polri yang mencover Jatim," kata Karo Penmas Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jumat (10/1).

Menurut Boy bahan material itu dipastikan sebagai bom rakitan meski yang terkandung di dalamnya masih dipelajari.

"Serpihan itu dikumpulkan dan dianalisis. Semuanya sudah hancur, tentunya perlu diperiksa Puslabfor. Apa saja bahan-bahan kimia yang terkandung di sana. Tidak ada uang yang hilang. Kita juga mempelajari CCTV yang gambarnya cukup jelas," bebernya.

Di dalam rekaman itu, masih kata Boy, terlihat seseorang yang meletakan kotak hitam dan lalu menyulutnya dengan korek api. Namun Boy menolak menyampaikan info detailnya.

"Pelakunya sekitar 165 cm menggunakan helm warna gelap. Jadi untuk mengidentifikasi wajah agak sulit karena pelaku pakai helm. Kita masih lakukan langkah penyelidikan siapa pelakunya yang kita perkirakan dua-tiga orang," bebernya.

Saksi yang diperiksa ada empat orang diantaranya adalah satpam yang bertugas malam itu dan masyarakat.

Barang bukti yang diamankan adalah potongan chasing besi 2 sampai 5 cm. Besi itu diyakini sebagai kontainer peledak. Pecahan itu ada yang terlempar sampai sekitar 10 sampai 15 meter saking kuatnya ledakan.

Seperti diberitakan sebelumnya bom itu meledak pada Kamis dini hari dan dilaporkan pukul 06.00.

Selama disterilisasi telah di temukan satu casing plat besi di lokasi mesin ATM. Serpihan besi kecil-kecil di sekitar TKP dan serpihan casing berjarak 10 meter dari titik ledakan. Juga ada jelaga di sekitar titik ledakan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon