Aktivitas Marapi Meningkat, Warga Agam Diimbau Waspada

Sabtu, 11 Januari 2014 | 18:06 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik terlihat dari Kota Padang Panjang, Sumbar, Jumat (27/9). Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geoloogi (PVMG) di Bukittinggi, peningkatan aktivitas gunung marapi per September terjadi 23 letusan dengan status waspada atau level II dan pengunjung tidak diperbolehkan mendekati hingga radius tiga kilo meter dari puncak kawah.
Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik terlihat dari Kota Padang Panjang, Sumbar, Jumat (27/9). Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geoloogi (PVMG) di Bukittinggi, peningkatan aktivitas gunung marapi per September terjadi 23 letusan dengan status waspada atau level II dan pengunjung tidak diperbolehkan mendekati hingga radius tiga kilo meter dari puncak kawah. (Antara/Muhammad Arif Pribadi)

Lubukbasung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengimbau warga setempat yang tinggal di lereng Gunung Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan aktivitas gunung tersebut.

"Ini bentuk antisipasi yang dilakukan dengan tujuan menimalisir korban jiwa," kata Kepala BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito di Lubukbasung, Sabtu (11/1).

Saat ini status Gunug Marapi pada level II. Warga pun diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar tiga kilometer dari puncak gunung.

BPBD Kabupaten Agam, katanya, terus berkoordinasi dengan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kota Bukittinggi, terkait perkembangan status gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Sebelumnya BPBD Kabupaten Agam telah mengadakan simulasi bagi warga yang tinggal di kaki Gunung Marapi. Simulasi ini setiap tahun diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang langkah yang diambilkan dan memberikan pertolongan kepada warga yang lain.

Dia menyebutkan, warga Kabupaten Agam yang rawan akan erupsi Gunung Marapi itu berada di Kecamatan Canduang, Sungai Pua, Ampek Angkek, Banuhampu, dan Kecamatan Baso.

"Kelima kecamatan ini merupakan daerah rawan letusan Gunung Marapi berupa aliran larva, awan panas dan abu vulkanik," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon