Warga Lebak Diminta Waspadai Demam Berdarah
Sabtu, 11 Januari 2014 | 23:00 WIB
Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten, meminta warga mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue menyusul tibanya musim hujan sehingga berpotensi berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.
"Kami mengintruksikan 41 Puskesmas yang ada dapat mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Kabupaten Lebak H Heru Haerudin di Rangkasbitung, Sabtu (11/1).
Menurut dia, pihaknya telah mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti menyerang warga, terlebih intensitas curah hujan cukup tinggi.
Biasanya, curah hujan tinggi dipastikan berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk DBD yang bisa menimbulkan kematian bagi penderitanya.
Untuk mengantisipasi penyakit tersebut perlu ditingkatkan gerakan 3M (mengubur, menguras, menutup) dan pemberian abatisasi.
Selain itu juga pemberantasan sarang nyamuk (PSN), karena curah hujan masih terjadi hingga Maret 2014.
Gerakan tersebut dinilai sangat efektif untuk memutuskan mata rantai penyebaran DBD.
"Kami tidak henti-hentinya mengajak masyarakat agar melakukan gerakan 3 M dan PSN karena bisa memutuskan mata rantai penyakit DBD," katanya.
Ia juga mengatakan, gerakan 3M itu yakni menguras penampungan air/bak mandi, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan secara teratur.
Di samping itu, mengenakan kelambu, menggunakan obat nyamuk, menutup lubang potongan bambu dan menyebar abate di kamar mandi.
"Kita terus mendorong masyarakat agar berpartisipasi untuk mengantisipasi sebaran DBD," katanya.
Ia menyebutkan, penyebaran penyakit DBD ditimbulkan akibat lingkungan kurang bersih, sehingga memungkinkan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegepty.
Karena itu, kata dia, masyarakat tetap harus mewaspadai serta memerhatikan lingkungan di manapun berada, sebab pemberantasan nyamuk DBD harus melibatkan semua komponan masyarakat.
"Kami berharap masyarakat peduli terhadap gerakan antisipasi penyebaran DBD," katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya akan bergerak cepat jika ada penemuan DBD untuk dilakukan penelitian epidemiologi oleh petugas kesehatan.
Di samping itu petugas melakukan pengasapan untuk mematikan nyamuk dewasa agar tidak meluas menyerang warga lainnya.
"Kami melakukan pengasapan secara gratis dan tidak dipungut biaya apa pun," katanya.
Kepala Puskesmas Mandala, Kabupaten Lebak, Haerudin, mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyebaran DBD karena banyak genangan air di lingkungan tidak berjalan.
Biasanya, genangan air yang tersumbat berpotensi berkembangbiaknya nyamuk DBD.
Karena itu, pihaknya mengoptimalkan kegiatan penyuluhan kesehatan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan penyuluhan itu bentuk pencegahan terhadap penyebaran penyakit yang mematikan itu, terlebih saat ini tibanya musim hujan.
"Kami sekarang membuka pelayanan kesehatan 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk penanganan DBD," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




