Diguyur Hujan, Sejumlah Pemukiman di Jaktim Terendam Banjir

Minggu, 12 Januari 2014 | 18:10 WIB
FS
FH
Penulis: Fana F Suparman | Editor: FER
Seorang Warga Melintasi Banjir yang menggenangi kawasan tempat tinggalnya di wilayah Jakarta Timur
Seorang Warga Melintasi Banjir yang menggenangi kawasan tempat tinggalnya di wilayah Jakarta Timur (Suara Pembaruan)

Jakarta - Hujan yang terus mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya terus menerus sejak Sabtu (11/1) malam hingga Minggu (12/1) siang menyebabkan meluapnya sejumlah kali yang melintasi Ibukota. Akibatnya, beberapa permukiman di Jakarta Timur yang dilintasi kali kembali terendam banjir.

Berdasar data yang dihimpun SP, Minggu (12/1) sore, beberapa permukiman yang terendam diantaranya di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Jatinegara, dan Kelurahan Cipinang Melayu serta Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar. Tak menutup kemungkinan, banjir juga merendam permukiman di Kecamatan Kramat Jati.

Di Kampung Pulo, air yang mulai masuk ke permukiman warga sejak sekitar 07.00 WIB telah mencapai ketinggian lebih dari 1,5 meter sekitar pukul 15.00 WIB. Kemungkinan banjir akan terus meninggi mengingat dari informasi yang ada, ketinggian ari di Pintu Air Katulampa telah mencapai sekitar 140 sentimeter dan di Pintu Air Depok setinggi sekitar 270 sentimeter atau memasuki siaga I. Apalagi, saat berita ini dibuat, wilayah Jatinegara kembali diguyur hujan.

"Air di sini belum surut, sekitar pukul 22.00 WIB nanti air dari Depok dan Katulampa kembali masuk. Kalau tidak hujan, air baru bisa surut besok (Senin (13/1)," kata Budi, Ketua RT 03/03 Kampung Melayu saat ditemui SP di lokasi banjir, Minggu (12/1)

Sejauh ini, kata Budi sebanyak sekitar 50 kepala keluarga yang tinggal di RT 03/03 belum ada yang mengungsi. Namun, posko banjir telah disiapkan di Masjid At-Tawabiin yang berada RT 13/03, dan di Kantor Sudin Kesehatan di Jalan Jatinegara Barat. "Mudah-mudahan tidak seperti banjir awal tahun lalu," harapnya.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu melalui pesan singkat mengatakan dari delapan RW yang ada di wilayahnya, hanya permukiman di RW 06 yang tidak terendam banjir. Sementara RW 01, 02, 03, 04, 05, 07, dan 08 terendam banjir dengan ketinggian bervariasi sekitar 30 hingga 150 sentimeter.

"Total yang terendam tujuh RW dengan 47 RT dan 1.508 KK atau 3.428 jiwa. Sejauh ini belum ada yang mengungsi," katanya.

Sementara di RW 03 Kelurahan Cipinang, Kecamatan Makasar, air yang mulai merendam permukiman warga sekitar pukul 15.00 WIB telah mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter. Banjir yang disebabkan meluapnya Kali Sunter itu merendam ratusan rumah yang dihuni oleh 450 kepala keluarga di lima RT.

"Airnya terus naik sekarang. Banjirnya karena luapan Kali Sunter yang mengalir dari Pintu Air Depok," kata Muchtar Usman, Ketua RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar.

Banjir juga terjadi di RW 07, Kelurahan Kampung Makasar, Kecamatan Makasar. Ketua RW setempat, Sukirin mengatakan, sebanyak 560 kepala keluarga yang berada di RT 04, 05, 06, 07, dan 09, RW 07 terendam banjir dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter.

"Kalau di jalanan cuma 30 sekitar 30 sentimeter tapi di permukiman sekitar 60 sentimeter dan terus naik," katanya.

Sukirin mengatakan, banjir ini disebabkan meluapnya Kali Cipinang yang melintas di sekitar permukiman warga. Sejak banjir besar melanda berbagai wilayah Ibukota pada awal tahun lalu, Sukirin menyatakan kali tersebut tidak pernah dinormalisasi.

"Sampai sekarang Kali Cipinang ini tidak pernah dinormalisasi," tegasnya.

Berdasar pantauan, meskipun air telah menggenangi permukiman di Kampung Pulo, sebagian besar warga masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Sebuah perahu styrofoam tampak diletakkan di ujung Gang V, RT 03/03 untuk membantu warga beraktifitas.

Sementara, saat hujan semakin deras mengguyur, sejumlah warga menyelamatkan barang-barangnya ke lantai dua rumah. Beberapa warga lainnya tampak berjaga-jaga di ujung gang. Selain warga, terdapat juga petugas Tagana Dinas Sosial Wilayah Jakarta Timur, dan petugas dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

Supriyatna, salah seorang petugas Tagana mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 75 petugas yang tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta Timur. Khusus untuk Kecamatan Jatinegara, terdapat 25 petugas yang bersiaga.

"Tapi jika memang dibutuhkan, seluruh petugas bisa diturunkan," kata Supriyatna.

Dikatakan Supriyatna, dari puluhan petugas tersebut terbagi menjadi empat unit, yakni Unit Rescuen Unit Tim Dapur, dan tim cadangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon