Tujuh Pengungsi Sinabung Melahirkan

Jumat, 17 Januari 2014 | 23:34 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Lava pijar meluncur dari puncak gunung Sinabung terlihat dari Desa Jeraya, Karo, Sumut, Selasa (14/1).
Lava pijar meluncur dari puncak gunung Sinabung terlihat dari Desa Jeraya, Karo, Sumut, Selasa (14/1). (Antara/Rony Muharrman)

Medan - Tujuh orang pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara melahirkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe.

Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan, saat dihubungi, Jumat (17/1), mengatakan ketujuh pengungsi tersebut, diantaranya Pujinta Br Ginting penduduk Desa Kutambelin melahirkan anak perempuan di RSU Kabanjahe, 2 Desember 2013.

Kemudian, menurut dia, pengungsi Rejilena penduduk Desa Sukanalu melahirkan anak laki-laki di RSU Kabanjahe 29 November 2013, Kenika Br Sembiring penduduk Desa Gurukinayan melahirkan anak laki-laki di RSU Kabanjahe 18 Nopember 2103.

"Pengungsi Meriayanti Br Sembiring penduduk Desa Gurukinayan melahirkan anak perempuan di RSU Kabanjahe, 8 Desember 2013," ucap Jhonson.

Dia menyebutkan, seluruh pengungsi yang melahirkan tersebut, dalam keadaan sehat dan mendapat perawatan dari dokter di RSU Kabanjahe.

"Pemerintah Kabupaten Karo selalu memperhatikan pengungsi yang akan melahirkan, mengalami sakit dan termasuk anak bayi, lanjut usia, serta para pelajar," katanya.

Jhonson menambahkan mengenai jumlah pengungsi Sinabung hari ini (Jumat 17/1) tercatat sebanyak 27.319 orang atau 8.546 kepala keluarga (KK), dan akan terus bertambah akibat erupsi Gunung Sinabung terus menyemburkan awan panas dan debu vulkanik.

Sebelumnya, jumlah pengungsi Kamis (16/1) hanya 26.298 orang atau 8.210 KK.

"Pemkab Karo minta kepada masyarakat yang berjarak 5 kilometer dari kaki Gunung Sinabung harus tetap waspada sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diingini," kata Jhonson.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level "siaga" menjadi "awas" terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 Cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 Km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon