Menjual Gagasan, Memaksa Otak Bersikap Dinamis

Senin, 20 Januari 2014 | 16:43 WIB
@
AB
Penulis: @charlesbonar | Editor: AB
Charles Bonar Sirait
Charles Bonar Sirait (Istimewa)

Ada banyak aktivitas di dunia ini bisa diwakilkan kepada orang lain apabila kita sedang "berhalangan", seperti menyetor uang ke bank, membayar tagihan, dan lain sebagainya. Namun ada hal yang agak sulit bisa Anda wakilkan kepada orang lain yaitu menjual gagasan.

Karena gagasan erat dengan otak dan keberadaan otak hanya ada pada diri kita, maka sulit membayangkan otak yang kita miliki dapat diwakilkan kepada orang lain. Begitu juga saat berbicara, sulit dipahami jika kita berkeinginan meminjam "otak" orang lain. Meminjam pensil, penghapus, uang, mobil atau harta berharga orang lain masih mungkin terjadi dalam kehidupan kita. Tapi untuk hal yang satu ini, saya pastikan tidak ada orang yang mau meminjamkannya untuk Anda. Mengapa demikian?

Karena pada otaklah manusia dapat menunjukkan identitas, jati diri, kebebasan berpikir, kebebasan mengemukakan pendapat, termasuk kemandirian menentukan sikap yang tidak bisa dibeli oleh orang lain. Setiap orang takut kehilangan anggota tubuh yang satu ini, karena dengan otaklah manusia mampu menunjukkan perbedaan dengan makhluk hidup lainnya di muka bumi ini. Dengan otak, manusia mampu menunjukkan keunikannya dibandingkan dengan manusia lainnya. Hampir pasti inilah pertahanan terakhir manusia yang mampu memuliakannya, termasuk menunjukkan integritasnya.

Pertanyaan menariknya kira-kira seperti ini: "Seberapa sering Anda mampu berdialog dan berdamai dengan otak untuk diajak bekerja sama atau untuk diajak lebih produktif?

Yang membedakan public speaking dengan asal berbunyi adalah gagasan yang ada di balik setiap kata dan kalimat yang Anda ucapkan. Yang asal berbunyi tentu tidak membutuhkan kemampuan berpikir, karena mungkin saja ada aktivitas berbicara yang tidak memiliki tujuan.

Yang membedakan public speaking dengan asal bicara adalah upaya maksimal manusia yang diletakkan dalam public speaking dengan penuh perencanaan, menginvestasikan waktu memiliki "nilai lebih" dibandingkan asal berbicara.

Profesional public speaking membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya sebelum dilontarkan ke publik, membutuhkan pertolongan "otak" untuk merenung dan mengkaji kalau saya berbicaranya begini nanti kira-kira dampaknya seperti apa ya? Apakah publik akan kecewa jika saya berbicara seperti ini? Apakah publik akan marah kalau saya berbicara begitu? Atau justru sebaliknya publik akan senang sekali karena mendengar gagasan yang dimasak dahulu melalui sebuah proses berpikir .

Otak harus Diajak Bekerja Selagi Muda
Karena sikapnya yang dinamis, senang bergerak, senang diajak untuk mengamati orang lain, otak manusia senang untuk diajak beraktivitas dan tidak didiamkan. Aktivitas membaca, mendengar, menulis, mengamati sesuatu, bergerak dari satu tempat ke tempat lain, menjadi teman yang paling menyenangkan bagi otak manusia.

Beberapa orang yang sudah memasuki usia senior dan pensiun sering kita saksikan tidak ingin terjebak ke dalam perangkap masa pensiunnya. Mereka menyibukkan diri dengan berbagai cara agar terhindar dari berbagai penyakit otak, seperti demensia, penurunan kemampuan mental yang berkembang secara perlahan melalui gangguan ingatan, pikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian yang memungkinkan terjadinya kemunduran kepribadian.

Dengan demikian manusia yang masih dalam usia muda sebetulnya berpeluang lebih besar untuk menjual gagasan.  Selagi masih muda perintahkan otak untuk lebih banyak bekerja. Otak adalah salah satu komponen yang memampukan manusia berbicara di depan publiknya. 

Public Speaking Tips & Action
1. Ajak otak untuk terus bergerak dan bekerja.
2. Otak bergerak melalui aktivitas membaca, mendengar, menulis, dan mengamati sesuatu.
3. Otak menyukai aktivitas bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
4. Ajak otak berkomunikasi dengan Anda melalui aktivitas berbicara (self-talk), disambung dengan menulis isi pembicaraan Anda dengan otak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon