Selasa, Asteroid Sebesar Kapal Induk Dekati Bumi
Minggu, 6 November 2011 | 20:34 WIB
Digolongkan sebagai "objek berpotensi bahaya"
Sebuah asteroid seukuran kapal induk akan melesat di antara Bumi dan Bulan, Selasa (8/11) besok dan akan menjadi benda antariksa yang pernah melintas paling dekat dengan Bumi dalam 35 tahun terakhir.
Benda antariksa yang digolongkan sebagai "objek berpotensi bahaya" itu akan melintas lebih dekat ke Bumi ketimbang ke bulan dengan perkiraan jarak sekitar 321,8 ribu kilo meter dari Bumi.
Para ilmuwan sebelumnya pernah menghitung jika benda antariksa sebesar itu menghantam bumi maka akan menyebabkan ledakan 4000 megaton, gempa bumi dengan kekuatan 7 skala richter, dan jika menghantam lautan maka akan menyebabkan tsunami setinggi 21,3 meter yang melanda wilayah berjarak hampir 100 km dari lokasi tumbukan.
Terakhir kali sebuah asteroid raksasa melewati Bumi dalam jarak yang sangat dekat adalah pada 1976, tetapi ketika itu tidak ada yang memperhatikannya, termasuk badan antariksa Amerika Serikat, NASA.
Don Yeomans, pejabat NASA yang mempejari benda-benda dekat Bumi mengatakan asteroid yang dinamai 2005 YU55 itu akan diteliti dengan seksama, karena para ilmuwan percaya benda-benda antariksa seperti itu bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui proses terbentuknya alam semesta.
"Tanpa objek sejenis ini, kita mungkin tidak pernah ada," ujar Yeomans.
Asteroid itu sendiri sedang dalam perjalanannya mengorbiti Matahari dan tidak pernah berada dekat dengan Bumi dalam 200 tahun terakhir.
Meskipun demikian untuk melihat 2005 YU55 tidak bisa hanya menggunakan mata telanjang. Diperlukan minimal sebuah teleskop berdiameter 6 inchi untuk melihat asteroid itu mendekati Bumi.
Menurut para astronom NASA benda antariksa baru akan mendekat bumi pada 2028. Jaraknya diperkirakan akan lebih dekat dengan Bumi ketimbang 2005 YU55.
Sebuah asteroid seukuran kapal induk akan melesat di antara Bumi dan Bulan, Selasa (8/11) besok dan akan menjadi benda antariksa yang pernah melintas paling dekat dengan Bumi dalam 35 tahun terakhir.
Benda antariksa yang digolongkan sebagai "objek berpotensi bahaya" itu akan melintas lebih dekat ke Bumi ketimbang ke bulan dengan perkiraan jarak sekitar 321,8 ribu kilo meter dari Bumi.
Para ilmuwan sebelumnya pernah menghitung jika benda antariksa sebesar itu menghantam bumi maka akan menyebabkan ledakan 4000 megaton, gempa bumi dengan kekuatan 7 skala richter, dan jika menghantam lautan maka akan menyebabkan tsunami setinggi 21,3 meter yang melanda wilayah berjarak hampir 100 km dari lokasi tumbukan.
Terakhir kali sebuah asteroid raksasa melewati Bumi dalam jarak yang sangat dekat adalah pada 1976, tetapi ketika itu tidak ada yang memperhatikannya, termasuk badan antariksa Amerika Serikat, NASA.
Don Yeomans, pejabat NASA yang mempejari benda-benda dekat Bumi mengatakan asteroid yang dinamai 2005 YU55 itu akan diteliti dengan seksama, karena para ilmuwan percaya benda-benda antariksa seperti itu bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui proses terbentuknya alam semesta.
"Tanpa objek sejenis ini, kita mungkin tidak pernah ada," ujar Yeomans.
Asteroid itu sendiri sedang dalam perjalanannya mengorbiti Matahari dan tidak pernah berada dekat dengan Bumi dalam 200 tahun terakhir.
Meskipun demikian untuk melihat 2005 YU55 tidak bisa hanya menggunakan mata telanjang. Diperlukan minimal sebuah teleskop berdiameter 6 inchi untuk melihat asteroid itu mendekati Bumi.
Menurut para astronom NASA benda antariksa baru akan mendekat bumi pada 2028. Jaraknya diperkirakan akan lebih dekat dengan Bumi ketimbang 2005 YU55.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




