Mengenai Sodetan Cisadane, Ahok Pahami Penolakan Tangerang
Jumat, 24 Januari 2014 | 17:23 WIB
Jakarta - Penolakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terkait sodetan Cisadane dimengerti oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Menurutnya, selama Cisadane belum dinormalisasi, maka pemerintah pusat tidak akan pernah mengantongi persetujuan dari kedua pemerintah daerah tersebut.
"Saya kira kalau melihat kondisi sekarang wajar mereka menentang. Karena Cisadane harus dinormalisasi. Itu wilayah Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (24/1).
Pemkab dan Pemkot Tangerang khawatir kalau Cisadane tidak dinormalisasi, maka tidak dapat menampung aliran Ciliwung. Akibatnya, air Cisadane akan meluap membanjiri Kabupaten Tangerang.
"Bisa dipahamilah kalau Cisadane belum dinormalisasi, ya jangan buang ke situ. Kalau sodet ke Cisadane, harus dinormalisasi dulu," ujarnya.
Menunggu hal itu, mantan Bupati Belitung Timur ini memilih membangun gorong-gorong dari Casablanca ke arah Kanal Banjir Timur (KBT). Termasuk mewujudkan pembangunan waduk Ciawi. Juga menambah waduk-waduk di sekitar wilayah Jakarta sebagai area tangkapan air hujan.
"Sehingga ketika Pintu Air Manggarai Siaga III, kami bisa lepas airnya. Ini akan dicoba sekarang. Kenapa siaga III dilepas, karena kebetulan tidak ada waduk baru, kebetulan posisi air laut di bawah sungai. Makanya ketika dibuka, keluar semua," ujarnya.
Ketika air laut pasang, Pintu Air Manggarai harus dibuka. Kalau tidak dibuka dibutuhkan waduk sebagai area tampungan air. Untuk solusi sekarang, Pemprov DKI akan membangun dia waduk di Cakung dan Cilincing. Kira-kira luasnya antara 20 hingga 50 hektare. Lalu waduk lama akan terus diperbesar sehingga kapasitas daya tampungnya semakin besar.
Kemudian di Kali Tunjungan dekat tol, akan dibangun waduk seluas 90 hektar. Di Cengkareng, akan dibebaskan lahan untuk dibangun waduk seluas 120 hektare.
"Di Cengkareng, kita mau bangun waduk berbatasan dengan Tangerang seluas 120 hektar. Terus di PIK akan ada waduk seluas 30 hektare. Tidak berhenti di situ, Waduk Pluit dan Sunter akan diperbaiki. Kita yakin akan punya banyak waduk tahun ini," tegas Ahok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




