Dana Pengamanan Pemilu Polri Cair Rp 1 Triliun
Senin, 27 Januari 2014 | 12:58 WIB
Jakarta - Dana pengamanan pemilu Polri yang hanya dialokasikan Rp 1 triliun, dari kebutuhan sebesar Rp 3,597 triliun, akhirnya cair. Hal ini dikatakan Kapolri Jenderal Sutarman usai membuka Rakernis Baharkam dan Korps Brimob terkait pengamanan pemilu di Mabes Polri Senin (27/1).
"Sudah turun Rp 1 triliun, itu sementara yang diberikan negara. Polri diberikan negara seberapapun siap mengamankan Pemilu 2014," kata Sutarman.
Jenderal bintang empat itu mengatakan jika kesiapan itu termasuk catatan dan pemetaan potensi kerawanan di seluruh tahapan pemilu.
"Ada kerawanan termasuk menjelang saat ini, saat ada tahapan distribusi logistik pemilu. Juga masa kampanye kemudian masa tenang sampai pencoblosan dan penghitungan suara," ujar Sutarman.
Seluruh tahapan itu, menurut Sutarman, sudah disiapkan petugas keamanannya. Lalu, disimulasi dan dilatihkan.
"Sampai saya mintakan latihan ulang-latihan ulang sampai latihan kontigensi. Kalau keadaan kontigensi kita siap mengamankan," tegasnya.
Dana triliunan rupiah itu dibutuhkan polisi karena pemilu tahun ini dipastikan akan terjadi pergantian presiden. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mungkin dipilih lagi setelah menjabat sdua periode.
Dana triliunan itu rencananya untuk pengamanan pemilu legeslatif pada 9 April dan pemilu pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 beserta tahapan-tahapannya. Rencana pengamanan yang disusun Polri melibatkan hampir seluruh anggota Polri yakni 419.213 ribu personel.
Permintaan anggaran pengamanan dalam operasi yang diberi nama sandi Mantab Bratha ini memang lebih besar dibanding Pemilu 2009. Pada Pemilu 2009 anggaran pengamanannya hanya sekitar Rp 1,8 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




