Merpati Sementara Hentikan Penerbangan ke NTT

Senin, 27 Januari 2014 | 19:05 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Pesawat Merpati jenis MA-60 sedang terbang di atas Bandara El Tari, Kupang, NTT.
Pesawat Merpati jenis MA-60 sedang terbang di atas Bandara El Tari, Kupang, NTT. (SP/Yoseph Kellen)

Kupang - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) menghentikan sementara penerbangan ke sejumlah bandara di wilayah Nusa Tenggara Timur, menyusul rendahnya permintaan masyarakat yang akan menggunakan maskapai milik pemerintah itu.

"Kita dilaporkan bahwa penerbangan Merpati untuk sementara dihentikan sejak Senin hari ini, karena kecil penumpang (low season)," kata Kepala PT Angkasa Pura I Bandara El TAri Kupang Imam Pramono di Kupang, Senin (27/1).

Dia menyebutkan rute penerbangan yang dihentikan itu, ialah Kupang-Waingapu, Kupang-Tambolaka, Kupang-Alor, Kupang-Bajawa, Kupang-Maumere, Kupang-Ende, dan Kupang-Denpasar.

Penerbangan Kupang-Denpasar yang menggunakan pesawat jenis Boeing, justru sudah dihentikan 20 Januari lalu.

"Kita juga tidak tahu, penutupan sementara ini akan berakhir kapan sehingga bisa kembali melayani para penumpang," kata Imam Pramono.

Selama akhir Januari sampai dengan Februari 2014, katanya, penerbangan di Nusa Tenggara Timur memasuki masa low season.

Bahkan, katanya, pesawat Merpati rute Denpasar-Kupang pergi-pulang, sudah berhenti operasi sejak pekan lalu.

Informasi lain yang dihimpun di Bandara El Tari Kupang, menyebutkan manajemen Merpati mengalami kendala keuangan karena pendapatan Merpati dari setiap penerbangan tidak dapat menutupi biaya operasional.

Salah satu kendalanya ialah jumlah penumpang pesawat berkurang drastis.

Biaya operasional yang dibutuhkan, jauh lebih tinggi dari jumlah pemasukan yang diperoleh, dari jumlah penumpang.

Sumber itu memberikan contoh, untuk rute Kupang-Maumere di Kabupaten Sikka pergi-pulang, anggaran yang dikeluarkan untuk biaya bahan bakar (avtur) mencapai Rp31 juta, belum termasuk ongkos lainnya seperti perawatan pesawat.

Pendapatan yang diperoleh dari penjualan tiket jauh di bawah jumlah tersebut. Kondisi itu yang mengakibatkan Merpati rugi.

"Hal ini hampir sama untuk semua rute penerabangan yang dilayani Merpati di daerah ini. Kondisi inilah yang sudah memicu hal tersebut," katanya.

Pada kesepatan terpisah, Kepala Pertamina Cabang Pemasaran Kupang Ronny Anthoko megaku tetap melayani permintaan avtur ke seluruh pesawat, termasuk pesawat Merpati jika diminta.

Dia mengaku penghentian sementara penerbangan Merpati di Nusa Tenggara Timur, tidak terkait embargo avtur dari Pertamina.

"Kami tetap layani avtur, sesuai permintaan dan perintah Pertamina di Jakarta. Pertamina pusatlah yang mengendalikan penyaluran di sini, sehingga penghentian sementara penerbangan tersebut tidak terkait persoalan avtur dan utang-piutang," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon