Sejumlah Rumah di Kupang Rusak Diterjang Gelombang
Minggu, 2 Februari 2014 | 11:32 WIB
Kupang - Sejumlah rumah yang berada di sepanjang pesisir pantai Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak diterjang gelombang pasang yang datang, sejak Sabtu (1/2) malam hingga dini hari tadi.
"Kami terpaksa harus mengungsi ke rumah saudara dan kerabat karena rumah kami hancur dihantam gelombang pasang sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari tadi," kata warga pemilik rumah Siti Aminah (48), Minggu (2/2).
Hujan disertai angin kencang telah berakibat tingginya gelombang di perairan, yang kemudian datang dan menghantam sebagian rumah yang berada di sekitar pinggiran pantai Kupang.
Hempasan gelombang yang sangat kuat tersebut telah berakibat kepada rusaknya sebagian rumah yang berada di RT 12/RW 05 Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Menurut Siti, gelombang yang menghempas sejumlah rumah di sepanjang pantai tersebut relatif sangat besar dan diperkirakan tingginya mencapai 6 meter.
"Ini kejadian paling parah yang kami alami. Kerugian material ada, tetapi belum bisa kami hitung," katanya.
Siti mengaku telah menyelamatkan sejumlah barang berharga dari rumahnya ke rumah tempat mengungsi sementara.
"Kami sudah mengungsi ke sejumlah rumah milik kerabat yang aman, sekitar belasan rumah," katanya.
Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Ade E Manafe mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap sejumlah korban bencana yang terjadi akibat hujan dan angin kencang yang melanda daerah itu sejak Sabtu (1/2).
"Kami sedang turunkan tim ke lapangan untuk lakukan verifikasi dan pendataan korban bencana," katanya.
Ade mengaku, data yang sudah diperoleh saat ini telah mencapai 40 korban bencana angin langkisau (puting beliung) di seluruh wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
"Terbanyak korban atap rumah tersapu puting beliung, termasuk gedung BRI Cabang Kupang yang beberapa lempeng kacanya hancur. Ada juga karena gelombang pasang," katanya.
Terhadap seluruh korban tersebut, menurut Ade, sudah dilakukan penanganan dengan mengirimkan bantuan tanggap darurat berupa terpal, mi instan, dan sejumlah makanan siap saji.
"Untuk rumah yang tersapu bagian dapurnya, dibantu peralatan dapur untuk memasak," katanya.
Ade mengakui bahwa pihaknya masih memiliki personel yang terbatas. Oleh karena itu, dia meminta bantuan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang serta Kantor Pamdam Kebakaran.
Ade berharap agar masyarakat yang mengalami musibah bencana untuk segera melapor ke aparat kelurahan untuk segera mendapatkan penanganan.
"Kita harap agar masyarakat juga proaktif melaporkan bencana yang dialami untuk bisa ditangani. Posko kita dibuka 24 jam untuk mendata dan menangani seluruh korban bencana," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




