Kasus Dugaan Pemerasan
Jamwas Bakal Cari Oknum Jaksa Berinisial JIB
Senin, 3 Februari 2014 | 19:56 WIB
Jakarta - Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Mahfud Manan mengatakan, pihaknya bakal mencari oknum jaksa berinisial JIB yang diduga melakukan pemerasan sebesar Rp 10 miliar terhadap Dirut Operasional PT Mapna Indonesia M Bahalwan.
"Mari kita cari bersama-sama (oknum jaksa JIB)" kata Mahfud, di Jakarta, Senin (3/2).
Bahalwan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Life Time Extension (LTE) Flame Turbin GT 2.1 dan 2. 2 di Belawan, Sumut oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Jaksa penyidik juga mengenakan status penahanan setelah ditersangkakan.
Ia mengaku diminta uang sebesar Rp 10 miliar melalui pesan singkat yang menurutnya dikirim oleh jaksa berinisial JIB. Kalau dirinya tidak menyetor uang tersebut maka yang bersangkutan ditersangkakan.
Mahfud Manan mengaku telah melakukan klarifikasi dan tidak menemukan jaksa berinisial JIB. Namun, bukan berarti pihaknya tidak mempertimbangkan mengadakan penyelidikan internal. Pihaknya juga menunggu laporan dari Bahalwan.
"Itu belum jelas, harus klarifikasi dulu. Kalau laporannya dari Bahalwan mengenai siapa oknum itu, uang itu buat apa, dari mana, itu semua kita bisa bergerak. Intinya, asal ada laporan kita akan melakukan penyelidikan internal," ujarnya.
Sementara pihak Bahalwan tidak memberi penegasan apakah akan melaporkan adanya praktik pemerasan dalam penanganan kasus LTE Flame Turbin GT 2.1 dan 2. 2 di Belawan, Sumut, yang diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 25 miliar.
Sewaktu menggelar konferensi pers Selasa (28/1), Chandra Hamzah selaku penasehat hukum Bahalwan membenarkan adanya upaya pemerasan. Namun pihaknya hanya memberi imbauan agar kliennya tidak mengakomodir permintaan oknum tersebut.
"Kami mendapat informasi kalau ada orang yang mencoba meminta uang. Orang itu siapa kita tidak tahu, minta ditransfer ke rekening mana kita belum tahu. Yang bisa kita sampaikan kita tidak mau klien kami mengakomodirnya. Tidak boleh penegak hukum melakukan suap, karena yang menang nantinya adalah yang punya duit," kata Chandra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




