Pengungsi Korban Gunung Sinabung Terus Meningkat

Selasa, 4 Februari 2014 | 00:44 WIB
AS
YD
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: YUD
Seorang warga berlari menyelamatkan diri setelah gunung Sinabung kembali bererupsi di Karo, Sumatera Utara, Sabtu, 1 Februari 2014. Terlihat gumpalan awan panas raksasa akibat aktivitas vulkanik dari gunung Sinabung yang kini dinyatakan berstatus awas. Sedikitnya 14 orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka setelah terkena semburan awan panas erupsi Sinabung.
Seorang warga berlari menyelamatkan diri setelah gunung Sinabung kembali bererupsi di Karo, Sumatera Utara, Sabtu, 1 Februari 2014. Terlihat gumpalan awan panas raksasa akibat aktivitas vulkanik dari gunung Sinabung yang kini dinyatakan berstatus awas. Sedikitnya 14 orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka setelah terkena semburan awan panas erupsi Sinabung. (AFP/Sutanta Aditya)

Medan - Jumlah pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), semakin bertambah. Jika relokasi tidak segera dilakukan apalagi aktitivitas gunung semakin meningkat maka jumlah pengungsi bakal semakin bertambah.

"Pengungsi saat ini berjumlah sekitar 31.400 orang. Jumlah ini bertambah banyak pasca sapuan awan panas Gunung Sinabung yang menewaskan 15 orang di akhir pekan kemarin," kata Komandan Darurat Sinabung Pemkab Karo dr, Saberina MARS, Senin (3/2) malam.

Menurutnya, relokasi utama oleh pemerintah terhadap pengungsi yang sebelumnya tinggal sangat dekat dari kaki Gunung Sinabung. Tiga di antara desa yang paling dekat dari lokasi gunung merapi itu adalah Desa Sukameriah, Bakerah, dan Simacem.

"Relokasi ini memang perlu segera mungkin dilakukan, supaya masyarakat yang selama ini mengungsi bisa kembali bercocok tanam. Ini merupakan salah satu solusi supaya mereka mempunyai aktivitas dan tidak mengalami stres," katanya.

Lokasi relokasi yang disediakan pemerintah buat masyarakat dianggap paling aman. Lokasi itu pun berada dalam radius 7 kilometer (Km) sampai dengan 8 Km dari Gunung Sinabung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon