Presiden Dapat Penghargaan Sebagai Sahabat Pers

Minggu, 9 Februari 2014 | 12:39 WIB
DS
B
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: B1
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Ketua MPR Sidarto Danusubroto (kiri) serta Ketua Forum Pemred Nurjaman Mochtar (kanan) memasuki ruangan saat hadir dalam acara Kongres Kebangsaan yang digelar Forum Pemred di Jakarta, Rabu (11/12).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Ketua MPR Sidarto Danusubroto (kiri) serta Ketua Forum Pemred Nurjaman Mochtar (kanan) memasuki ruangan saat hadir dalam acara Kongres Kebangsaan yang digelar Forum Pemred di Jakarta, Rabu (11/12). (ANTARA FOTO/R.Sukendi)

Bengkulu - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat penghargaan sebagai sahabat pers pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, Minggu (9/2).

Ketua Dewan Pers Bagir Manan menyerahkan penghargaan itu kepada presiden.

"Terima kasih atas penghargan yang diberikan kepada saya yang disebut dengan sahabat pers. InsyaAllah saya akan terus menjadi sahabat pers sampai kapanpun juga," kata presiden saat memberikan sambutan.

Bagir Manan mengatakan, pers bebas merupakan prasyarat rakyat berdaulat dan demokrasi, dan upaya Presiden Yudhoyono mendukung kebebasan pers layak diapresiasi.

"Presiden Yudhoyono telah menumbuhkan, memelihara dan menjaga kebebasan pers," katanya.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Margiono juga menyebut Presiden Yudhoyono sebagai sosok yang bisa berkomunikasi secara baik dengan pers.

"Besarnya perhatian Bapak kepada pers, tingginya kepedulian Bapak kepada pers, karena berkomunikasi dengan baik dengan pers, kami bersepakat, Bapak Presiden kami angkat sebagai sahabat pers," katanya.

Presiden Yudhoyono dalam berbagai kesempatan menyatakan dukungannya terhadap kebebasan pers tapi juga pernah mengkritik penyalahgunaan kebebasan pers yang memunculkan berita-berita fitnah.

Selain Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, sejumlah menteri juga menghadiri acara puncak peringatan Hari Pers Nasional 2014 yang berlangsung di benteng yang dibangun oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 itu.

Menteri yang hadir antara lain, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon