Berlina Anggarkan Capex Rp 175 Miliar
Rabu, 12 Februari 2014 | 20:42 WIBJakarta - PT Berlina Tbk (BRNA) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 175 miliar tahun ini. Tahun lalu, capex Berlina Rp 250 miliar.
"Capex berasal dari kas internal dan pinjaman bank," kata sekretaris perusahaan Berlina, Karsono, di Jakarta, Rabu (12/2). "Capex akan dipakai untuk penambahan mesin. Juga, untuk produksi dan investasi perseroan."
Karsono menyatakan, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 910 miliar pada tahun lalu. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan naik 10% menjadi sekitar Rp 1 triliun, dengan targetkan produksi lebih dari 24 ribu ton tahun ini atau sama dengan produksi tahun lalu.
"Target pertumbuhan ini tidak terlepas dari telah diakuisisinya PT Quantex pada tahun 2013 lalu. Untuk perkembangan growth revenue, kami harapkan pada tahun 2014 di atas 10%," kata dia.
Perseroan juga akan melakukan penambahan beberapa mesin produksi untuk lebih mendorong akselerasi pertumbuhannya. Selain itu, Perseroan akan melakukan efisiensi atas mesin-mesin lama.
Adapun Quantex merupakan industri yang bergerak di bidang pengemasan plastik dengan segmen penjualan yang menitikberatkan pada industri otomotif. Klien utamanya adalah Nissan Motor Indonesia, Suzuki, dan Idemitsu.
Hal ini, lata Karsono, berbeda sekali dengan fokus penjualan Perseroan saat ini yang selalu mengedepankan penjualan pada bidang personal care. "Saat ini, kontribusi penjualan dari segmen otomotif hanya 5%," tambah dia.
Dia mengatakan dengan diakuisisinya Quantex, akan meningkatkan kontribusi segmen penjualan otomotif Perseroan. Sebagai catatan, kapasitas terpasang produksi milik Berlina pada 2013 awalnya mencapai 1.500 ton per bulan atau sekitar 18 ribu ton per tahun. Kemudian Perseroan menambah delapan unit mesin produksi dengan investasi mencapai Rp 50 miliar.
"Dengan bertambahnya mesin produksi Perseroan, kapasitas terpasang produksinya akan menjadi 20.700 ton per tahun," tambahnya.
Terkait dengan penjualan, distribusi produk Berlina masih didominasi penjualan lokal. Mengacu pada laporan keuangan Perseroan pada kuartal III- 2013, penjualan lokal menyumbang Rp 498,57 miliar, sementara Rp 213,9 miliar sisanya merupakan haisl dari distribusi penjualan keluar negeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




