Dampak Erupsi Kelud, Bandara Juanda Ditutup Sementara

Jumat, 14 Februari 2014 | 09:24 WIB
AS
B
Penulis: Aries Sudiono | Editor: B1
Dua pekerja berada di salah satu sudut bangunan proyek pengembangan Bandara Internasional Juanda Terminal 2, Surabaya, Selasa (29/10).
Dua pekerja berada di salah satu sudut bangunan proyek pengembangan Bandara Internasional Juanda Terminal 2, Surabaya, Selasa (29/10). (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Surabaya - PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Juanda, Surabaya, terpaksa menutup total keberangkatan maupun kedatangan pesawat di bandara itu terhitung Jumat (14/2) pukul 04.00 WIB. Langkah itu diambil karena kondisi landasan pacu pesawat udara dipenuhi endapan guyuran abu vulkanik Gunung Kelud yang cukup tebal akibat erupsi Kamis (13/2) pukul 23.23 WIB.

Penutupan itu berlaku untuk Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Internasional Juanda yang pagi tadi mulai diberlakukan. Sejumlah pesawat yang parkir apron, tampak di penuhi abu yang tebal.

"Semburan abu vulkanik Gunung Kelud dari tengah malam hingga menjelang dini hari tadi, mencapai ketinggian 46.000 kaki. Ketinggian tersebut belum aman bagi pesawat yang terbang. Demikian juga ketebalan endapan hujan abu vulkanik di landasan bandar udara, sekitar lima sentimeter, harus dibersihkan terlebih dahulu karena bisa mengganggu pendaratan maupun penerbangan," ujar General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Juanda Trikora Harjo yang dikonfirmasi, Jumat tadi pagi.

Pihak bandara juga masih belum memastikan kapan bandara dibuka kembali. Demikian pula dengan keberadaan para calon penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pesawat dan sudah melakukan boarding pass, pihaknya juga belum bisa memastikan, kapan bisa diberangkatkan karena harus melihat terlebih dahulu kondisi landasan dan juga kondisi cuaca di udara yang harus bebas debu vulkanik.

"Dari jadwal pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 saja ada sekitar 17 penerbangan domestik dan internasional yang terpaksa ditunda. Semakin bertambah waktu penundaan, dipastikan lebih banyak lagi keberangkatan pesawat yang tertunda. Itu belum jadwal pesawat yang seharusnya mendarat, juga ikut tertunda," ujar Trikora Harjo sambil menambahkan, bahwa untuk Bandara Abd Saleh di Malang justru bebas dari abu vulkanik, dan dimungkinkan bisa didarati sementara sejumlah pesawat tujuan Surabaya.

Sampai pukul 08.30 WIB, menurut Yuliana (25) salah seorang petugas bagian boarding pass yang dihubungi SP menyebutkan, seluruh calon penumpang baik di Terminal 1 maupun 2, mereka memilih menunggu di ruang tunggu.

Banyak pula yang menunggu cuaca yang baik untuk keberankatan pesawat dengan baca-baca. "Tidak ada yang tidur-tiduran karena memang tempat duduk di ruang tunggu dipadati banyak penumpang yang tertunda keberangkatannya," ujarnya.

Beberapa pesawat yang mengalami penundaan keberangkatan dari Bandara Juanda, Surabaya, di antaranya dialami maskapai penerbangan China Airline tujuan Surabaya-Singapura dan Garuda Indonesia tujuan Surabaya-Jakarta maupun ke Ujungpandang, maskapai penerbangan Asia Air tujuan Surabaya-Kuala Lumpur (Malaysia) dan Denpasar, Bali.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon