Turnamen Bridge Hari Kartini Digelar

Jumat, 14 Februari 2014 | 10:16 WIB
M
B
Penulis: M-16 | Editor: B1
Ilustrasi Bridge
Ilustrasi Bridge (Istimewa)

Jakarta - Sebuah Turnamen Bridge terbuka akan diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini 2014 yang akan datang di Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Bridge Seninan (Monday Bridge Club) yang hampir semua anggotanya adalah perempuan yang sudah berusia 60 tahun ke-atas.

"Turnamen Bridge terbuka sengaja kami pilih untuk memperingati Hari Kartini, karena olahraga Bridge yang tidak mengenal batas usia ini mampu mengasah daya pikir agar tetap tajam dan melatih pengendalian emosi, karakter yang penting bagi perempuan," jelas Herawati Diah (96 tahun), penggagas, mewakili Monday Club dalam penjelasannya kepada media, Kamis (13/2) di Jakarta.

Turnamen Bridge "Dora Sumitro" akan dilaksanakan pada 26 April bertempat di Hotel JS Luwansa, Jl HR Rasuna Said Kav C-22, atas dukungan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD).

"Kami sangat menghargai kesediaan YAD mendukung kegiatan ini. Oleh karena itu, nama Dora Sumitro kami gunakan, sekaligus mengenang Ibu Dora Sumitro yang sampai akhir hayatnya di usia 87 tahun, adalah pemain bridge andal anggota Monday Club," jelas Herawati.

Sebenarnya, olahraga bridge bukan jenis olahraga yang baru di Indonesia. Indonesia bahkan pernah menjadi negara yang sangat berprestasi dan disegani di kancah olahraga bridge dunia.

"Bridge itu olahraga otak, mengandalkan kecerdasan pemikiran. Selain itu olahraga ini bukan permainan individu melainkan permainan tim karena dimainkan oleh dua orang sebagai satu tim," kata Paula Wirjawan Djojosoegito (83 tahun) yang didapuk menjadi Ketua Penyelenggara Turnamen.

Turnamen ini terbuka untuk diikuti oleh pasangan pemain bridge dari berbagai klub yang ada di Jakarta. Bagi yang berminat silakan mebnghubungi panitia melalui klubnya masing-masing.

"Kami mengimbau keikutsertaan banyak pemain bridge perempuan untuk turut serta pada turnamen, yang menurut rencana akan diikuti oleh 200 orang peserta dan diharapkan dapat dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – Linda Gumelar," kata Paula lebih lanjut.

Lebih dari dua tahun terakhir ini sangat sedikit turnamen bridge yang diselenggarakan.

"Mungkin bridge memerlukan perhatian dari induk organisasinya di Indonesia, agar dapat berkembang," ujar Herawati.

Bagi Yayasan Arsari Djojohadikusumo, mendukung kegiatan ini adalah sebagai bagian dari upaya memelihara semangat kejuangan Ibu Kartini bagi perempuan Indonesia.

"Turnamen ini adalah sebuah langkah kecil yang diinisiasi oleh sekelompok pemain bridge perempuan yang sudah lanjut usia. Dengan semangat Kartini yang tinggi, kami berharap mereka menjadi teladan dan inspirasi bagi kaum perempuan lainnya," kata Aryo Djojohadikusumo, Wakil Pengurus Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

"Semoga turnamen ini memberi dampak yang positif bagi perkembangan bridge di Indonesia," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon