Letusan Kelud Tingkatkan Penumpang Bus Surabaya-Jakarta

Sabtu, 15 Februari 2014 | 22:00 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Sebuah pesawat komersil tertutup abu vulkanik erupsi gunung Kelud di landasan apron Bandara Internasional Adi Sumarmo, Solo, Jumat, 14 Februari 2014.
Sebuah pesawat komersil tertutup abu vulkanik erupsi gunung Kelud di landasan apron Bandara Internasional Adi Sumarmo, Solo, Jumat, 14 Februari 2014. (AFP)

Surabaya - Dampak letusan Gunung Kelud telah meningkatkan jumlah penumpang bus dari Surabaya ke Jakarta karena mampu menjadi alternatif saat kereta api kapasitasnya penuh menyusul penghentian penerbangan di sejumlah bandar udara.

"Apalagi, sampai sekarang pihak manajemen PT KAI (Persero) Daops 8 telah menyatakan tidak menambah jumlah gerbong kereta. Penyebab lain, dipicu penghentian penerbangan di sejumlah bandara dan Bandara Juanda juga baru hari ini mulai pukul 18.01 WIB dioperasikan lagi sejak ditutup Jumat (14/2) pukul 04.30 WIB," kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur, Mustofa, dihubungi dari Surabaya, Sabtu (15/2) malam.

Kenaikan penumpang tersebut, ungkap dia, terlihat dari besarnya animo masyarakat untuk naik bus antarprovinsi dengan tujuan Jakarta. Banyak pula penumpang yang menggunakan bus menuju Bandung.

"Pada kondisi normal, tingkat keterisian kursi bus (okupansi) hanya sekitar 50 persen hingga 60 persen. Kini, angkanya meningkat menjadi 100 persen," ujarnya.

Ia memprediksi, kenaikan tingkat keterisian bus tersebut terus terjadi pada hari-hari mendatang. Namun, kondisi sebaliknya terjadi pada bus dengan tujuan ke daerah terdampak letusan Gunung Kelud.

"Misalnya, permintaan masyarakat terhadap bus menuju Kediri dan Blitar justru mengalami penurunan okupansi hingga 20 persen," katanya.

Meski terjadi kenaikan besar, tambah dia, sampai sekarang pihak Organda tidak melakukan penambahan armada. Apalagi, kini jumlah armada dengan rute Surabaya-Jakarta sudah mencukupi.

"Ada 30 unit bus yang siap mengantar penumpang ke tempat tujuan," katanya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Otoritas Bandara Internasional Juanda, M Alwi, mengemukakan, infrastruktur yang baru meresmikan Terminal 2 (14/2) memang baru bisa melayani masyarakat penerbangan pukul 18.01 WIB demi keselamatan penerbangan.

"Kami harus memastikan mulai landasan pacu hingga mesin pesawat harus bersih dari debu," katanya.

Apabila landasan pacu tidak bersih, lanjut dia, mesin pesawat justru bisa menyerap debu vulkanik Gunung Kelud sehingga dapat masuk dan merusak mesin sejumlah angkutan udara.

"Hal itu yang tidak kami inginkan, mengingat keselamatan masyarakat penerbangan adalah faktor utama," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon