52% Anak dan Remaja Temukan Konten Pornografi Lewat Internet

Selasa, 18 Februari 2014 | 14:53 WIB
KT
B
Penulis: Kharina Triananda | Editor: B1
Orangtua mengawasi penggunaan media internet pada anak.
Orangtua mengawasi penggunaan media internet pada anak. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta - Menurut penelitian UNICEF dan Kominfo yang dilakukan kepada 43,5 juta anak-anak dan remaja (10-19 tahun), lebih dari separuh responden tersebut (52 persen) mengatakan bahwa mereka menemukan konten pornografi melalui iklan yang ada di dunia maya atau situs yang tidak mencurigakan. Namun hanya 14 persen mengakui telah mengakses situs porno secara sukarela.

Kemudian, korban kekerasan di internet atau cyberbullying angkanya pun cukup mengkhawatirkan dimana 42 persen responden menyadari risiko ditindas secara online, dan 13 persen di antaranya telah menjadi korban selama tiga bulan sebelumnya.

Melihat fakta-fakta tersebut tentu alat komunikasi atau gadget dan internet dianggap bisa memberikan hal negatif bagi anak. Namun, menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, alat komunikasi tidak selalu memberi dampak buruk. Ini dikarenakan banyak hal positif yang bisa anak-anak dapat dari internet.

"Bagaimanapun anak itu kan pasti korban, jadi bagaimana lingkungan menjaga dia agar tidak jadi pelaku dan korban. Kuncinya pengawasan dari keluarga, lingkungan, yakni masyarakat dan penegakan hukum," tutur Linda pada acara Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan Remaja Dalam Menggunakan Internet di Jakarta, Selasa (18/2).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon