"Indonesia Fashion Week", Upaya Indonesia Jadi Pusat Mode Dunia 2025

Kamis, 20 Februari 2014 | 14:35 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 resmi dibuka mulai hari ini, Kamis (20/2) dan akan digelar selama 4 hari hingga 23 Februari 2014 di Plenary Hall - Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 resmi dibuka mulai hari ini, Kamis (20/2) dan akan digelar selama 4 hari hingga 23 Februari 2014 di Plenary Hall - Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. (Herman)

Jakarta - Pagelaran pekan mode "Indonesia Fashion Week (IFW) 2014" resmi dibuka hari ini, Kamis (20/2). Acara yang diselenggarakan atas inisiatif Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) dan Radyatama ini akan digelar selama 4 hari, hingga 23 Februari 2014 di Plenary Hall - Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Ketua Umum APPMI, Taruna K Kusmayadi mengatakan, IFW merupakan the biggest fashion movement, karena bukan sekedar perayaan fashion biasa, melainkan sebuah gerakan untuk memperbaiki industri fashion Indonesia dalam segala sisi, dengan menggandeng berbagai pihak.

"IFW tahun ini mengusung konsep 'Local Movement dan Green Movement'. Local movement merupakan ajakan untuk bangga dan mencintai produk Indonesia, sementara green movement merupakan sebuah ajakan bagi para pelaku dan pecinta fashion untuk sadar dengan konsep 'Sustainable Fashion atau Eco-Fashion'," kata Taruna dalam pembukaan IFW 2014 di Jakarta, Kamis (20/2).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menambahkan, IFW juga bukan sekedar pameran atau fashion show biasa, melainkan sebuah upaya dari berbagai pihak yang punya mimpi agar Indonesia menjadi salah satu pusat mode dunia tahun 2025.

"Fashion merupakan salah satu industri yang penting dalam pengembangan industri kreatif. Bahkan tahun lalu, pertumbuhannya 6,4 persen, atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,7 persen," kata Mari Elka.

Untuk mewujudkan mimpi Indonesia menjadi pusat mode dunia, tambah Taruna, IFW bersama empat kementerian terkait, yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM juga telah melahirkan Blueprint Ekonomi Kreatif Fashion.

Blueprint tersebut, menurutnya telah menyepakati ready to wear craft fashion sebagai tools yang ampuh untuk menembus pasar dunia. "Ready to wear Indonesia adalah ready to wear yang memiliki konten lokal berkualitas global dan mengusung konsep hijau," ungkapnya.

Taruna menambahkan, penyelenggaran IFW untuk ketiga kalinya ini melibatkan sekitar 160 desainer lokal, 3 desainer internasional dari Argentina, Maroko, dan Jepang, serta menampilkan 512 brand dan ditargetkan meraih sekitar 75.000 pengunjung dalam empat hari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon