Indonesia Fashion Week 2014
Terjemahan Tren Fashion Ala Indonesia
Kamis, 20 Februari 2014 | 22:03 WIB
Jakarta - Untuk bisa menjadi salah satu pusat mode dunia tahun 2025, fashion Indonesia tentunya harus bisa menjadi trendsetter, bukan lagi follower. Hal ini disampaikan Mari Elka Pangestu selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di pembukaan Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (20/2).
Untuk itulah, IFW yang digawangi Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) bersama Kemenparekraf menurutnya telah membentuk tim "Indonesia Trend Forecasting" sebagai penerjemahan tren fashion ala Indonesia.
Berbagai pihak mulai dari pemerintah, asosiasi, desainer, media, sekolah mode, pengamat mode, hingga seniman turut bekerjasama merumuskan "Indonesia Trend Forecasting". Ini akan menjadi dasar penciptaan dan sosialisasi serta promosi fashion Indonesia ke tingkat dunia.
"Indonesia Trend Forecasting ini sangat penting untuk menerjemahkan tren menjadi sebuah desain, agar nantinya fashion Indonesia bisa menjadi trendsetter," kata Mari Elka.
Di hari pertama IFW 2014, riset "trend forecasting 2015/2016" juga dihadirkan dengan tema besar "Re+Habitat". Sebanyak 12 sekolah mode di Indonesia juga dilibatkan untuk mewujudkan karya berbasis tren Indonesia dengan inspirasi kekuatan Solo, Banjarmasin, Jakarta, dan Raja Ampa..
Dina Midiani selaku Director IFW 2014 menjelaskan, ada empat tema kreatif "Re+Habitat" yang ditampilkan dalam "Trend Forecasting 2015/2016", yaitu Alliance, Biomimetics, Adroit, dan Veracious.
Tema Alliance ditampilkan oleh Riska Ulfa (Intersudi), Ilham Nur (IKJ) dan Maria Lydia (Raffles). Ketiganya mengangkat inspirasi lokal dari kota Solo di mana unsur modern dan tradisi berdiri harmonis.
Tema Biomimmetic yang mengangkat konsep solusi terhadap eksploitasi alam di Banjarmasin, diinterpretasikan oleh Vonny Kirana (ESMOD), Reiza Moushadeq (LPTB Susan Budihardjo), dan juga Marselina Manalu (Universitas Maranatha).
Creative mindset yang merupakan manifestasi gaya hidup kota Jakarta, menjadi inspirasi lokal yang diinterpretasikan oleh Christian (LPTB Susan Budihardjo), Ivana Thanos (Phalie Studio), dan Priscilla (Lasalle) dengan hasil decode tema Adroit.
Tema yang terakhir adalah Veracious dengan mengangkat semangat meditative dari Kepulauan Raja Ampat, Papua, yang diinterpretasikan oleh Bunga Natasya dan Hanny Meiwita (Asridi - ISWI ), Iwan Amir (UNJ), Maya Agustin dan William (Bunka School of Fashion), dan Suci Fitria (STDI- Bandung).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




